Kaltara

Penuhi Kebutuhan Lebaran, 25 Ton Daging Beku Segara Didatangkan

Foto: Ilustrasi/Internet

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kepala Kantor Perum Bulog Sub Divre Kota Tarakan Pengadilan Lubis menegaskan,  ketersedian daging beku selama Ramadan hingga Idulfitri untuk Kaltara masih aman. Bahkan diperkirakannya akan datang lagi sebanyak 25 ton. Yang nantinya 14 ton akan dikirim ke Kabupaten Bulungan dan 11 ton akan diberikan kepada Kota Tarakan.

“Semuanya akan dibagi, yang di Bulungan misalnya nanti daging bekunya bisa dibagi ke Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan Malinau, dan yang di Tarakan bisa di bagi ke Nunukan,” ucapnya, Rabu (15/5/2019).

Dari jumlah daging beku tersebut, diakuinya adalah permintaan selama bulan Ramadan. Sedangkan permintaan normal tergantung pihaknya akan memberikan berapa banyak. Bahkan pihaknya bisa memberikan sampai 27 ton daging sapi beku.

Dijelaskan, pemerintah mendorong masyarakat untuk mengonsumsi daging sapi beku. Daging tersebut dapat menjadi alternatif untuk daging sapi segar yang harganya lebih mahal sekitar Rp 150 ribu per kilogram. “Kalau daging sapi beku bulog itu jauh lebih murah,” ucapnya lagi kepada Koran Kaltara.

Meskipun dijual dalam harga pasaran yang lebih murah, jika dibandingkan daging segar, bukan berarti kualitas daging beku lebih rendah. “Justru daging beku sudah melewati tahapan pemeriksaan yang cukup,” jelasnya.

Hal ini disebabkan salah satu persyaratan distribusi daging di semua negara maju adalah dilakukan pembekuan terlebih dahulu. Pemerintah sendiri telag menugaskan  Perum Bulog untuk melakukan penyaluran daging sapi beku bisa terjamin hingga periode idul fitri mendatang.

Kegiatan perdagangan daging sapi impor dilakukan Perum Bulog untuk stabilisasi harga daging sapi di dalam negeri. Dalam perdagangan daging sapi ini, Perum BULOG membeli daging sapi yang diimpor dari Australia sesuai Surat Persetujuan Impor dari Kementerian Perdagangan yang merupakan syarat bagi importer daging sapi di Indonesia untuk melakukan pembelian atau importasi daging sapi. “Pendistribusian daging sapi impor dilakukan ke pasar-pasar tradisional,” pungkasnya. (*)

Reporter : Ike Julianti

Editor : Eddy Nugroho