Hukum Kriminal

Pensiunan Lapas Ditemukan Tewas di Rumah

Kondisi mayat Samijan saat ditemukan tewas di rumahnya, Minggu (24/11/2019). (Foto : Istimewa)
  • Tubuh Menghitam, dari Mulut Keluar Busa

TARAKAN, Koran Kaltara – Pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan, Samijan (64) ditemukan tewas di rumahnya, Jalan Lembaga RT 04 Kelurahan Karang Balik sekira pukul 09.00 Wita, Minggu (24/11/2019).

Samijan diketahui baru saja pensiun Agustus lalu dan masih tinggal di salah satu rumah dinas area perumahan Lapas.

Menurut keterangan salah seorang keluarga korban, Suryadi (46), biasanya Samijan berkeliling komplek di Jalan Lembaga ini menggunakan sepeda motor. Karena tidak terlihat sejak Jumat (22/11/2019), keluarga kemudian mencoba mencari tahu kondisi Samijan di rumahnya.

“Dipanggil dari depan rumah, tidak ada sahutan dari dalam rumah. Adik saya yang ke rumahnya sudah curiga, karena ada bau busuk. Makanya ga berani buka pintu sendiri,” ujarnya.

Akhirnya, pihak keluaga kemudian memanggil dua orang tetangga untuk mendobrak pintu Samijan. Korban ditemukan sudah meninggal dunia di ruangan depan TV. Kondisi Samijan juga sudah menghitam dan di bagian mulutnya mengeluarkan busa.

Suryadi juga menerangkan, hingga di usia senja ini, Samijan memang belum pernah menikah dan hanya tinggal sendiri di rumahnya. Dari keterangan tetangga juga mengatakan Samijan terakhir terlihat masih keluar rumah, Jumat (22/11/2019), untuk melaksanakan shalat Jumat di masjid dekat rumahnya. Korban pun tidak terlihat sedang menderita sakit.

Suryadi mengaku tidak mendapat keluhan dari korban atas penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) yang korban derita. Namun, ia mengatakan korban memang sejak masih bekerja sudah menderita sakit tekanan darah tinggi.

“Biasanya kan hari Sabtu dia ke rumah mamanya. Tapi kok engga ada. Kemarin (Minggu) malam itu sempat kami telepon tapi enggak diangkat. Makanya kami curiga dia memang sakit. Ini akan akan disemayamkan di rumah keluarga dekat sini dulu, baru dimakamkan,” tuturnya.

Sementara itu, menurut keterangan tetangga, Simbolon mengatakan tidak melihat Samijan sejak Jumat. Namun, ia mengaku tidak curiga tetangganya hingga puluhan tahun ini sudah meninggal dunia di dalam rumahnya. Simbolon bahkan tetap menjalankan ibadah Minggu seperti biasanya.

Ia juga jarang berkunjung ke rumah Samijan, karena punya kesibukan di rumah. “Ketuk rumahnya juga tidak pernah. Biasa kalau kami ketemu liar sapa aja. Biasa juga kalau ada motornya saja di depan berarti dia ada,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kanit Resum Ipda Dien F Romadhoni menuturkan pihaknya sudah melakukan olah TKP. Hasilnya, diduga korban meninggal karena sakit.

“Dia kan bujang, yang bikin gempar itu karena korban ditemukan sudah meninggal di dalam rumah dan ada bau busuk. Tidak ada indikasi dibunuh dan lain sebagainya,” katanya.

Korban sempat dibawa ke kamar mayat RSUD Tarakan, untuk dilakukan visum. Namun, untuk tindakan lebih lanjut agar bisa mengetahui penyebab kematian lebih detail, harus dilakukan otopsi.

“Keluarga mau tidak diotopsi, kalau tidak mau ya dibuatkan surat pernyataan tidak mau diotopsi. Korban mungkin sudah dimakamkan, karena kami hanya melakukan pengecekan dan olah TKP dan sisanya kami serahkan kepada keluarga,” tandasnya.  (*)

Reporter : Sahida

Editor : Hariadi