Tarakan

Pengangguran Capai 5,49 persen, Khairul Ingin Warga Melek Teknologi

Foto: Ilustrasi/Internet

TARAKAN, Koran Kaltara Wali Kota Tarakan, Khairul mengatakan bertambahnya angkatan kerja tidak berbanding lurus dengan lapangan pekerjaan. Oleh karena itu dibutuhkan upaya menciptakan lapangan kerja, tidak terkecuali dengan memanfaatkan teknologi informasi.

“Tidak mesti bekerja di kantor, dengan jualan online juga bisa. Supaya pengangguran yang mencapai 5,49 persen di Tarakan bisa turun karena banyak yang berwirausaha dengan memanfaatkan internet,” ujarnya.

Selain itu juga pemerintah kota kini gencar menciptakan lapangan pekerjaan dengan melakukan investasi.

“Bagi yang terampil bisa melakukan wirausaha dengan memanfaatkan Tarakan sebagai kota perdagangan dan jasa,” imbuhnya.

Pemkot juga membuat regulasi yang lebih menarik untuk mempermudah investor datang dengan melakukan promosi. Tinggal bagaimana dinas terkait mengisi konten promosi supaya peluang invetasi di Tarakan yang masih terbuka lebar ini diminati.

“Supaya investor datang kita berikan insentif berupa kemudahan perizinan dan penambahan infrastruktur yang mendukung seperti listrik dan air bersih,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Irbar Samekto menambahkan bahwa fasilitas pembingan teknis dan sertifikasi berbasis standar kompetensi kerja nasional Indonesia di Tarakan ini diikuti oleh 60 orang lulusan SMK namun belum bekerja.

“Mereka ini akan diuji di bidang kompetensi profesional dengan 4 skema kompetensi di antara junior programming, junior networking, junior desain grafis, dan technical support tetapi ini masih dianggap basic seperti apa yang mereka dapat saat masih di bangku SMK,” paparnya.

Peningkatan keahlian untuk menekan angka pengangguran ini melibatkan lembaga penguji yang berasal dari Lembaga Sertfikasi Profesi, Teknik Informasi di Surabaya Jawa Timur. Selama 3 hari peserta latihan dan uji kompetensi yang berjumlah sekitar 60 orang akan mendapatkan pembekalan, dan sertifikasi ini untuk pembuktian bahwa mereka memiliki kemampuan.

“Sertifikasi itu ada dua, yang perlu lulusanya menghasilkan ijazah, yang kedua harus memiliki sertifikasi profesi. Namun karena lembaga profesi ini membutuhkan lembaga dan sarana dan prasarana mendukung, dengan adanya latihan dan uji kompetensi ini akan mampu mencetak tenaga kerja yang andal dan tangguh,” tutupnya. (*)

Reporter : Sofyan Ali Mustofa

Editor : Rifat Munisa