Headline

Penerimaan Negara dari Minerba Belum Sampai Target

Foto: Ilustrasi/Internet
  • Dampak dari Harga Acuan Global yang Tak Menentu

TARAKAN, Koran Kaltara – Pada triwulan ke-III, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Produksi Penjualan sumber daya alam mineral dan batu bara tidak sesuai target. Hal ini dikarenakan harga batu bara dunia yang sedang fluktuatif dengan kecenderungan menurun.

“Untuk tahun 2019 triwulan ke-III, penerimaan PNBP kita khususnya sektor mineral dan batu bara sedikit di luar target yang ditetapkan. Dimana pada 2019 ini target kita untuk PNBP adalah Rp739 miliar, namun sampai September 2019 yang sudah didata, baru Rp535 miliar atau 72,32 persen dari pencapaian target. Kondisi ini bukan hanya Kalimantan Utara, tetapi secara nasional,” terang Kepala Bidang Mineral Batu Bara (Minerba) Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, Adi Hernadi, Senin (2/12/2019).

Lebih lanjut dikatakan, di sisi lain, target produksi Kaltara di 2019 yang telah ditetapkan sebesar 8.395.000 metrik ton, pada September 2019 sudah mencapai 8.340.000 metrik ton, hampir mendekati kuota atau 99,30 persen. Dengan demikian, dari sisi produksi sudah tercapai bahkan jauh di atas target, tetapi secara penerimaan PNBP masih di bawah target. Hal ini dikarenakan pengaruh global.

“Ini karena fluktuasi harga, tetapi pada triwulan awal, harga masih stabil belum turun, masih dikisaran 90-80 Harga Patokan Jual (HPJ. Tetapi setelah memasuki triwulan kedua sampai saat ini terjadi penurunan yang cukup signifikan bahkan mencapai 30 persen dari target awal. Kalau dari sisi produksi sebenarnya sudah mendekati 100 persen, tetapi untuk penerimaan, baru 75 persen,” ucapnya.

Untuk itu, Dinas ESDM Kaltara dalam upaya memenuhi target yang tersisa, mengambil kebijakan dengan mengusulkan penambahan kuota produksi yang hampir mencapai 100 persen. hal ini agar perusahaan juga tidak terjadi stagnasi produksi, atau tidak ada kegiatan setelah memenuhi target. Maka dari itu, diusulkan penambahan kuota, selain itu juga meminimalisir dampak ke masyarakat dan lainnya.

Pada Oktober lalu, surat persetujuan baru penambahan kuota sebesar 3.659.000 metrik ton dalam rangka mengoptimalkan target penerimaan. Sehingga perusahaan yang ada di masing-masing kabupaten di Kaltara dapat melakukan produksi. “Dengan adanya penambahan kuota ini penambahan PNBP sebesar Rp530 miliar,” ungkapnya.

Selain itu, kata Adi, di tahun 2020, Kementerian ESDM juga sudah menetapkan penerimaan PNBP Kaltara sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 201.K/80/MEN/2019 tanggal 10 Oktober sebesar Rp747 miliar.

“Kita harapkan ada kenaikan harga supaya target kita bisa terpenuhi, setidaknya selama 2020 nanti harga batu bara sama dengan triwulan pertama di 2019 lalu. Apalagi di 2020 diproyeksikan China akan membuka peluang impor batu bara dari Indonesia, sehingga akan ada penambahan kuota dan akan menjadi peluang bagi pelaku usaha pertambangan di Kaltara,” pungkasnya. (*)

Reporter : Sofyan Ali Mustofa

Editor : Nurul Lamunsari