Bulungan

Penentuan Kelulusan Didasarkan Nilai Tertinggi

PESERTA CPNS – Calon Abdi Negara di Provinsi Kaltara baru bisa masuk ke tahap SKB setelah dinyatakan lulus SKD sesuai perankingan hasil ujiannya.(Foto: Rizqy/Koran Kaltara)
  • Untuk Masuk SKB, Lihat Urutan TKP, TIU dan TWK

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Tahapan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) terus berjalan. Setelah tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), pemerintah akan menggelar Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Untuk menjadi perhatian, tidak semua peserta SKD yang mendapatkan nilai memenuhi passing grade akan lanjut ke tes SKB. Bahkan, jika meski memiliki nilai sama dan sudah mencapai angka ambang batas alias passing grade, peserta SKD, belum tentu bisa ikut SKB.

Berdasarkan aturan yang dikeluarkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) yang menerbitkan surat Nomor B/III/M.SM.01.00/2020, disebutkan perihal tambahan pengaturan penentuan peserta lulus SKD yang berhak mengikuti SKB.

Dalam aturan itu, disebutkan oleh pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN), apabila terdapat peserta yang memperoleh nilai SKD sama, maka penentuan kelulusan didasarkan pada nilai yang lebih tinggi secara berurutan dari 3 tes yang dilakukan. Yakni dimulai dari Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Utara (Kaltara) Burhanuddin mengatakan, sebagai daerah yang turut dalam penyelenggaraan CPNS tetap mengikuti aturan yang ditetapkan BKN. Menurutnya, terkait penilaian, sudah terdapat ketentuan yang ditetapkan oleh pusat.

“Kita tentu ikuti ketentuan yang sudah ada. Kalau memang disebutkan bahwa nilai yang kelulusan sesuai dengan nilai tertinggi untuk lanjut SKB maka itu yang juga berlaku di daerah. Karena memang untuk satu posisi itu hanya tiga nilai tertinggi yang lanjut ke SKB,” katanya, Kamis (13/2/2020).

Disinggung saat nilai yang sama, untuk ketiga jenis tes baik TKP, TIU maupun TWK, dalam aturan juga sudah disebutkan akan diikutkan semua ke dalam SKB. Artinya, jika dalam satu formasi masuk dalam tiga besar dengan nilai yang sama persis, seluruhnya berhak ikut dalam SKB.

“Kalau sama persis nilainya, dan masuk dalam tiga kali jenis formasi, maka berhak ikut SKB. Itu sudah disampaikan juga oleh Panselnas. Dan pengumuman nanti akan disampaikan secara terbuka,” ungkapnya.

Adapun untuk pengumuman hasil SKD untuk peserta yang masuk dalam kategori P1/TL, sesuai dengan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 23 Tahun 2019, bagian lampiran huruf H tentang Pengaturan Terhadap Pesena Seleksi yang Termasuk Kategori P1/TL, juga sama aturannya. Yaitu, untuk P1/TL juga diterapkan hal yang serupa. “Jadi bukan hanya peserta biasa saja. P1/TL juga seperti itu. Karena ujiannya ini kan digabung bukan dipisah,” tambah Burhanuddin.

Untuk diketahui, Pemprov Kaltara sementara masih menjalankan proses SKD yang bertempat di Laboratorium Computer Assisted Test (CAT) BKD Kaltara. Sejak dimulai pada Ahad (2/2) lalu, proses SKD berjalan lancar, meski diakui sudah banyak peserta yang dipastikan gugur karena tidak hadir mengikuti tes. Selain itu, soal perkembangan hasil tes, nilai yang diperoleh peserta cukup beragam.

“Untuk hasilnya, nanti selesai SKD kita bisa lihat tingkat kelulusan sesuai passing grade seperti apa. Kalau saat ini kita melihat ada beberapa yang lulus ada juga yang tidak. Terakhir nanti setelah direkap semua akan kelihatan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Eddy Nugroho