Kaltara

Pemprov Genjot Komoditi Ekspor Berbasis Kerakyatan

Pemprov Kaltara berupaya memperbaiki kinerja ekspor daerah dengan meningkatkan kuantitas produksi dari komoditi olahan daerah. (Foto : Agung Riyanto/Koran Kaltara)
  • Antisipasi Terus Anjloknya Kinerja Hasil Tambang

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus menstimulus kinerja ekspor komoditi produk olahan yang dihasilkan dari kegiatan berbasis ekonomi kerakyatan. Atau yang berasal dari potensi sumber daya alam lokal daerah.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kaltara, Budi Harsono menjelaskan, upaya yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk memperbaiki kinerja ekspor daerah di tengah penurunan hasil tambang yang masih terus berlanjut.

“Kami lebih fokus pada peningkatan kuantitas ekspor dari industri olahan yang langsung dilakukan masyarakat. Seperti olahan makanan, minuman dan kerajinan tangan,” kata Budi saat dikonfirmasi Koran Kaltara, Jumat (8/11/2019).

Secara teknis, saat ini pihaknya masih melakukan identifikasi dan evaluasi terhadap kendala yang dialami pelaku ekspor lokal. Baik di tahap hulu atau produksi hingga di tahap hilir yang meliputi pemasaran dan kerjasama dengan konsumen luar negeri. “Kami masih melakukan identifikasi dan evaluasi ke kabupaten dan kota mengenai kendala yang mereka alami. Ini memang selalu dilakukan setiap tahun, disesuaikan dengan perubahan juga,” ujarnya.

Terkait langkah teknis di tahun 2019, Budi mengatakan lebih pada upaya perbaikan kemasan produk yang disesuaikan dengan kriteria negara tujuan. Baik dari sisi jenis produk yang potensial untuk dipasarkan dan kesesuaian dengan regulasi pada negara tujuan ekspor.

“Upaya melakukan perbaikan kemasan produk memang penting ketika masuk tahap pemasaran. Tidak hanya menarik untuk dibeli saja, tapi bagaimana bisa sesuai dengan aturan komoditi ekspor di negara tujuan,” ulas Budi.

Dia juga menuturkan, bahwa Kaltara pada Oktober lalu kembali unjuk gigi dalam gelaran Trade Expo Indonesia 2019. Diharapkan melalui acara tersebut, bisa menjembatani antara pembeli dari luar negeri dan pelaku ekspor Kaltara.

“Kami bulan 10 kemarin mengikuti Trade Expo Indonesia dengan membawa produk unggulan Kaltara. Kami menargetkan dengan turut ikut serta setiap tahunnya, dapat meningkatkan kuantitas produk yang dapat diekspor,” tambah Budi.

Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mencatat, pada September 2019, total ekspor komoditi melalui pelabuhan di Kaltara mencapai USD91,20 juta. Diketahui angka ini engalami penurunan sebesar 10,67 persen dibanding kondisi Agustus 2019 yang mencapai USD102,09 juta.

Adapun secara akumulatif, nilai ekspor periode Januari РSeptember 2019 berasa di angka USD772,78 juta. Atau juga alami penurunan  sebesar 4,48 persen dibanding bulan Januari РSeptember di tahun 2018.(*)

Rreporter : Agung Riyanto

Editor : Eddy Nugroho