Headline

Pemprov Akan Usulkan Kembali

Pemprov Kaltara akan kembali mengusulkan keterpenuhan tenaga pendidikan di Kaltara. (Foto: Fathu Rizqil Mufid)
  • CPNS Tanpa Pendidikan, Akan Diatur Agar Tenaga Pendidik Tetap Memadai

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara –  Berdasarkan pengumuman Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) terkait formasi dan rincian formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2019, Kaltara mendapat jatah 300 formasi. Hal itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Kaltara Nomor 800.08/1398.1/2.1-BKD tentang Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemprov Kaltara Tahun 2019.

Dari 300 formasi yang diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), tidak ada formasi bidang pendidikan. Pemprov Kaltara hanya diberikan dua bidang yakni tenaga kesehatan sebanyak 103 formasi dan teknis 197 formasi.

Sebelumnya, Pemprov Kaltara mengusulkan ribuan formasi sesuai dengan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja (Anjab dan ABK). Termasuk di dalamnya untuk kebutuhan tenaga pendidikan yang dinilai masih kurang. Hal itu diakui pula oleh Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Kesra Setprov Kaltara, Sanusi.

“Kalau persoalan ini sebenarnya, kalau masalah kuota kita selalu mengusulkan. Pendidikan termasuk yang selalu kita minta untuk dibuka. Tetapi kembali lagi, semuanya kebijakan ada pada ranah pemerintah (pusat). Karena mereka yang memberikan kuota kepada kita. Tahun ini kita dapat kuota hanya teknis dan kesehatan,” jelas Sanusi, Jumat (8/11/2019).

Meski demikian, pemerintah tidak akan berhenti untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidikan di Kaltara. Pihaknya akan kembali mengusulkan formasi CPNS ke depannya, termasuk prioritas tenaga pendidikan. Untuk saat ini, pihaknya tetap menerima dan menjalankan kuota yang diberikan pusat.

“Prinsipnya kita terima saja apa yang ada karena memang posisinya (ditentukan pusat). Kita masih sangat membutuhkan para PNS untuk bisa melaksanakan tugas di lapangan. Terhadap hal-hal yang belum diberikan, akan diusulkan kembali,” ujar Sanusi.

Sejauh ini, tenaga pendidik di Kaltara dinilai masih belum maksimal. Oleh karena itu, pemprov melalui instansi terkait akan mengatur sedemikian rupa untuk memaksimalkan tenaga pendidik yang ada. Baik pegawainya termasuk tenaga pendidik yang diperbantukan melalui tenaga kontrak.

“Kita berharap ada jalan-jalan lain ada cara-cara lain nanti dilakukan ke depan. Mungkin kita harap juga ada lagi penempatan guru garis depan. Intinya kita berharap formasi (pendidikan) tetap ada.  Yang kita butuhkan memang tak hanya guru saja, kesehatan butuh dan teknis juga kita butuhkan,” terangnya.

Selain itu, sebagai upaya pemerataan mutu pendidikan, dimungkinkan akan melakukan rotasi guru. Yakni dari satuan pendidikan dengan guru yang memadai ke sekolah yang gurunya masih kurang. Tidak menutup kemungkinan juga dengan memaksimalkan guru kontrak.

“Kalau hitung-hitungan kami di SLTA sederajat masih kurang. Dengan kekurangan itu melalui dinas pendidikan kita atur kembali agar formasi sekolah SLTA bisa mendapatkan tenaga. Ada yang rotasi tugas untuk menaikkan mutu pendidikan di sekolah yang kurang. Ditugaskan dulu di sana satu atau dua semester setelah mampu dikembalikan lagi,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Sigit Muryono mengungkapkan berdasarkan data yang dimiliki, bahwa untuk guru SMA, SMK dan SLB masih kekurangan guru setidaknya 241 guru dari 616 kekurangan guru pada 2018 lalu. Angka 616 menjadi berkurang setelah masuknya 100 orang melalui program Guru Garis Depan (GGD) dan 275 hasil dari perekrutan CPNS tahun lalu.

“Di Kaltara tidak kurang guru (guru non-PNS). Hanya kurang guru PNS-nya. Jadi tahun lalu ada 616, kita sudah diisi 100 GGD dan 275 CPNS. Jadi tersisa sekitar 241 lagi kebutuhan guru (PNS) kita di Kaltara,” ungkapnya.

Sigit menyebutkan pula, guru yang paling dibutuhkan Kaltara adalah guru produktif. Sedangkan guru normatif dan adaktif sudah banyak bahkan berlebih. “Usulan kita pokoknya yang penting guru produktif, bukan guru normatif maupun adaktif. Guru produktif itu seperti teknik mesin, teknik kimia dan lain-lain,” ungkapnya. (*)

Reporter : Fathu Rizqil Mufid

Editor : Nurul Lamunsari