Headline

Pemerintah Didesak Tangani Banjir Musiman

Suasana Jalan RE. Martadinata saat tergenang banjir pada Rabu (25/3/2020) pagi kemarin (Sofyan/Koran Kaltara)
  • Walikota Sebut Sudah Berprogres, Tahun 2021 Tuntas

TARAKAN, Koran Kaltara – Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak pukul 06.00-10.00 Wita di Tarakan, Rabu (25/3/2020) menyebabkan beberapa ruas jalan digenangi air. Bahkan salah satu rumah yang berada di RT 15 Kelurahan Karang Anyar diterjang tanah longsor. Untuk itu, pemerintah diminta kembali fokus menangani banjir musiman ini.

Berdasarkan pantauan Koran Kaltara, beberapa ruas jalan Banjir, di antaranya Jalan Kusuma Bangsa depan kaki lima, Imam Bonjol, Mulawarman, Pangeran Diponegoro, Pulau Flores, Sei Sesayap, dan RE. Martadinata depan SMA Hang Tuah. Tak jarang, kendaraan yang berusaha nekat menerjang banjir harus mengalami mesin mati dan terpaksa dodorong.

“Macet, Mas. Tadi dari arah rumah sakit. Biasanya di sini tidak seperti ini. Kalau pun banjir, paling hanya sekitar 30 centimeter. Tapi ini dalam, sampai sepeda motor saya hampir tenggelam, makanya macet,” terang Ahmad, saat diwawancarai Koran Kaltara di Jalan RE. Martadinata.

Selain jalanan, pemukiman juga tak luput dari banjir seperti yang dirasakan warga yang tinggal di bantaran sungai Karang Anyar yang setiap hujan deras selalu merasakan banjir. Bahkan beberapa perabot, sepatu dan sandal hanyut.

“Tadi subuh sudah was-was, perasaan kurang enak. Gak tahunya banjir. Banyak yang terendam sih tapi masih bisa dipakai lah. Hanya sepatu dan sandal yang ada di luar hanyut entah ke mana.” Kata Wulandari warga Karang Anyar.

Untuk itu, dirinya meminta Pemerintah Kota Tarakan kembali fokus dalam penyelesaian banjir karena ini sangat meresahkan. Untuk saat ini, memang belum sampai menyebabkan korban jiwa. Jangan sampai setelah ada korban, baru mendapat perhatian.

“Dulu, wali kota sebelumnya sudah menseriusi penanganan banjir. Meskipun dilakukan secara bertahap, dan Sebengkok yang diutamakan, tetapi sudah ada sosialisasinya. Bahkan kami yang tinggal di sini juga sudah mendapatkan arahan mengenai rencana penanganan banjir, tetapi wali kota di periode ini belum ada lagi tindak lanjutnya. Untuk itu, kami minta pak wali kembali fokus menangani banjir karena kami sudah menjadi langganan saat hujan deras seperti ini,” desaknya.

Sedangkan salah satu rumah warga yang berada di RT 15 Kelurahan Karang Anyar rusak parah di bagian dapur. Akibat dari terjangan material tanah longsor yang menjebol dinding. Warga setempat bergotong royong membantu menyelamatkan barang berharga, dan membuang material tanah longsor dari dalam rumah.

Saat dihubungi Koran Kaltara, Wali Kota Tarakan, Khairul mengatakan bahwa pihaknya tak tinggal diam. Rencana tata ruang hingga skema penanggulangan bencana sudah dirumuskan. “Program penanggulangan banjir, sedang berjalan pekerjaannya di beberapa titik. Perkiraan akan selesai tahun 2021,” kata Khairul melalui pesan singkatnya.

Penanganan banjir, lanjut dia, juga butuh pelibatan semua pihak. Masyarakat juga diajak untuk menjaga lingkungan serta secara bersama-sama membersihkan saluran yang ditengarai menjadi penyebab arus air mencapai badan jalan. “Sambil menunggu proses pekerjaan penanganan banjir ini selesai, saya imbau kepada masyarakat untuk menggalakkan kerja bakti pembersihan saluran atau parit dan jangan membuang sampah sembarangan,” ajak Wali Kota. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa

Editor: Nurul Lamunsari