Hukum Kriminal

Pemeriksaan Ahli Kelar, Tahap Satu Menyusul

Penyidikan terhadap kasus truk tangki bergambar logo Pertamina yang kedapatan “kencing” akan segera naik tahap satu. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)
  • Kelanjutan Kasus Truk Pertamina “Kencing” di Jalan

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Masih ingatkah dengan kasus truk tangki berlogo Pertamina yang kedapatan “kencing” atau menjual BBM di jalan yang diamankan pihak Polda Kaltara melalui Dit Reskrimsus, Kamis (14/2/2019) lalu.

Saat ini, kasus tersebut mulai memasuki babak baru. Pihak penyidik Dit Reskrimsus telah melakukan pemeriksaan saksi ahli dalam kasus tersebut. Bahkan, berkas tersebut akan segera naik ke tahap satu.

Dir Reskrimsus Polda Kaltara Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra melalui PS Kanit 2 Subdit 4 Tipidter Ditreskrimsus Polda Kaltara AKP Guntar Arif Setiyoko mengatakan, pihaknya menargetkan berkas tersebut bisa naik ke tahap dalam waktu dekat ini. Hanya saja, Guntar belum bisa membeberapa saja yang didapatkan pihak penyidik dari keterangan saksi ahli.

“Berkas BAP-nya kan masih ada di Jakarta. Kita belum tahu, apa saja didapatkan dari keterangan ahli. Tapi yang jelas, target kita bisa segera naik ke tahap satu,” jelas Guntar kepada Koran Kaltara.

Lanjut Guntar, keterangan saksi ahli yang didapatkan pihaknya merupakan ahli dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) di Jakarta. Keterangan dari ahli BPH Migas dinilai tepat, lantaran memiliki tugas dan fungsi terhadap pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian BBM.

Dalam kasus itu, pihaknya sudah menetapkan 3 orang tersangka yang masing-masing CM, AS, dan SB. Ketiganya diamankan di tempat kejadian perkara (TKP), tepatnya di jalan kilometer 38 Jalan Poros Bulungan – Berau.

“Sampai saat ini, baru 3 tersangka yang sudah kita tetapkan. Keterangan saksi ahli juga sudah kita dapatkan untuk melengkapi berkasi dalam kasus itu. Semogalah dalam waktu dekat ini bisa selesai,” harapnya.

Lanjutnya lagi, walaupun barang bukti truk tangki sudah diserahkan kepada pemiliknya yakni PT Elnusa, namun kasusnya dipastikan tetap diproses. Barang bukti truk bernomor polisi B 9869 SFU tersebut tetap dioperasikan, agar tidak menghambat proses penyaluran BBM kepada masyarakat.

“Kita tidak tahan. Jangan sampai itu jadi alasan lagi penyaluran BBM terhambat. Apalagi kan, statusnya juga sebagai barang bukti. Kita juga tidak punya tempat penyimpanan barang bukti, makanya kita pinjam pakaikan saja,” tutupnya. (*)

Reporter : Ramlan

Editor : Hariadi