Bulungan

Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat Minta Diutamakan

Sudjati
  • Rencana Relokasi Dua Desa Terdampak PLTA di Peso

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Dua desa di Kecamatan Peso, Bulungan, akan direlokasi karena terdampak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Kayan di wilayah tersebut. Yaitu, Desa Long Lejoh yang dihuni 98 KK dengan luasan wilayah sekitar 619 hektare (Ha), dan Desa Long Pelban yang berpenduduk 67 KK diluas wilayah sekitar 647 Ha.

Diperkirakan keseluruhan ada sekitar 800 warga yang harus direlokasi. Terkait dengan rencana pemindahan desa itu, Bupati Bulungan H Sudjati turut memberikan atensi proses pemindahan, hingga nantinya pemenuhan kebutuhan masyarakat, dilokasi yang baru nantinya.

Bupati menegaskan, dalam proses pemindahan, perusahaan sebagai pihak investor yang mengembangkan mega proyek PLTA itu, nantinya benar-benar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dua desa itu.

“Sebelumnya sudah ada sosialisasi dari perusahan, memang ada dua lokasi yang sudah ditentukan. Ada opsi warga mau digabung, tapi  masyarakat minta masing-masing. Pastinya kita minta apa yang menjadi kebutuhan warga tetap terakomodir, sebagaimana yang disosialisasi oleh perusahan. Baik itu fasilitas umumnya, begitupun fasilitas jalannya,” ujarnya.

Sejauh ini, kata bupati, masyarakat telah setuju untuk direlokasi, lokasi pemindahan merupakan kawasan hutan yang sejauh ini sudah diproses izinnya. “Itu (kawasan hutan) minta dilepas menjadi APL. Sekerang sedang dalam proses difasilitasi melalui dinas kehutanan provinsi. Masyarakat akan menempati kawasan hutan tapi mungkin hutan yang bisa dikonversi,” sebutnya.

Seperti diketahui, pembangunan PLTA, untuk awal akan dibangun dulu bendungan perdana dengan kapasitas sekitar 900 megawatt. Selain relokasi, atensi terhadap tenaga kerja juga diharapkan Pemkab Bulungan, terutama tenaga kerja lokal. Meskipun sebelumnya dipastikan dari jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, 80 persen diantaranya berasal dari daerah Bulungan.

“Kebutuhan tenaga kerja banyak, ada ribuan, kalau kita bisa belasan hingga puluhan ribu kan lumayan. Memang ada juga dari luar tapi kita terbanyak hampir 80 persenan lah. Ada hitung-hitungannya nanti,” tandasnya. (*)

Reporter: Nurjannah

Editor: Eddy Nugroho