Bulungan

Pembayaran Proyek Multiyears Tak Dianggarkan di APBD 2020

BELUM DIBAYAR – Sejumlah kegiatan multiyears oleh Pemkab Bulungan, termasuk di antaranya pembanguan sheet pile Sabanar Lama yang masuk tahap finishing. (Foto : Nurjannah/Koran Kaltara)
  • BPKAD: Dimungkinkan Masuk Perubahan

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pembiayaan untuk pembayaran proyek multiyears atau tahun jamak di Bulungan yang seyogianya dianggarkan tiap tahun hingga 2020, ternyata tidak masuk dalam APBD tahun ini.  Pihak Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang dikonfirmasi belum menjelaskan lebih jauh.

Kepala BPKAD Bulungan P Tumanggor mengungkapkan, dirinya belum bisa bicara banyak, sebab oleh BPKAD masih akan memastikan hal itu bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Bulungan.

“Itu akan kita pastikan dulu, teknisnya ada di bagian anggaran ada,” ujar P. Tumanggor. Menurutnya, jikapun memang tak masuk dalam anggaran murni 2020, maka masih memungkinkan bisa masuk dalam penganggaran di APBD perubahan 2020 nantinya.

“Masih bisa itu (APBD Perubahan), dan memang untuk multiyears tahub 2020 ini terakhir penganggarannya. Kalau 2021 nanti sudah tidak bisa, karena sudah pergantian masa jabatan kepala daerah. Pastinya kalau murni tidak ada di tahun ini, maka di perubahan,” katanya.

Akan tetapi, lanjut dia, tentu saja kembali jika nantinya daerah memiliki anggaran yang cukup. “Nah itu kalau ada uangnya, pastinya kalau sekarang belum terbahas itu. Tapi kita tidak tahu nanti, siapa tahu ada ‘durian jatuh’,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang penerimaan dan pengeluaran BPKAD Bulungan, Fathur Arifin, memastikan pihaknya akan mengecek lebih jauh terkait belum masuknya anggaran untuk pembayaran proyek multiyears senilai Rp 200 miliar tersebut. “Itu yang masih kita kroscek apa sudah dianggarkan atau bagaimana, informasi belum kita dapat, pastinya 2019 lalu anggarannya ada,” sebutnya.

Dirinya juga berpendapat, jikapun anggaran dialokasikan dimungkinkan tidak melalui APBD murni akan tetapi bisa di anggaran perubahan.

Sebelumnya, disampaikan Kepala DPU-PR Bulungan Adriani,  meski sejumlah kegiatan multiyears sudah masuk tahapan finishing, namun ada beberapa lokasi yang belum bisa dibayar 100 persen karena anggarannya masih ditunda oleh tim anggaran.

“Awalnya kita memprediksi kita dibayar 100 persen sesuai dengan kontrak induk, ternyata kondisi keuangan kita masih ada yang ditunda. Akan tetapi dalam hal pekerjaan tidak menunggu anggaran, dia (kontraktor) selesaikan sesuai pekerjaannya. Saat ini bahkan ada kontrak belum berakhir tapi pekerjaan sudah 100 persen banyak. Pastinya di kita untuk 2020 ini anggarannya belum lunas,” jelas dia.

Ditambahkan Adriani, dari delapan paket kegiatan sudah hampir 100 persen, sebagian masih ada 80 persen. Beberapa yang sudah 100 persen seperti di Tanjung Selor, kemudian di Sajau, Bukit Indah depan Brigif, di Tanjung Palas Utara satu, dan Tanjung Palas, juga Peso. “Itu selesai April, kemudian pemeliharaan, sekaligus pembayaran jika kita disiapkan di perubahan,” tandasnya. (*)

Reporter :  Nurjanah
Editor : Eddy Nugroho