Hukum Kriminal

Pembawa Sabu 38 kg Divonis 20 Tahun Penjara

DIVONIS : Achmad Fathoni saat menjalani sidang vonis di PN Tanjung Selor, Kamis (5/3/2020). (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)
  • Tak Sesuai Tuntutan, Hakim: Kita Ada Pertimbangan

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Achmad Fathoni (20), terdakwa kasus penyeludupan narkoba jenis sabu seberat 38 kilogram (Kg) harus mendekam di balik jeruji besi hingga 20 tahun ke depan. Hasil persidangan pembacaan putusan atas perkara yang dihadapinya di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor, Kamis (5/3/2020), ia divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara subsider 2 bulan atau Rp1 miliyar.

Usai pembacaan vonis itu, Achmad Fathoni secara pribadi menyatakan menerima vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim kepada dirinya. Pun demikian, Fathoni mengatakan akan menyerahkan sepenuhnya kepada penasehat hukum. “Saya terima pak. Kalau langkah selanjutnya, biar penasehat hukum saya yang ambil,” kata Fathoni saat keluar dari Ruang Sidang Cakra PN Tanjung Selor.

Majelis Hakim PN Tanjung Selor menyatakan bahwa vonis yang dijatuhkan kepada Fathoni telah melalui berbagai pertimbangan. Hakim menganggap, Fathoni sebenarnya bukan tersangka utama kasus penyeludupan narkoba seberat 38 Kg itu. Melainkan hanya sebagai perantara dalam transasi jual beli barang haram tersebut.

Makanya, hakim menjatuhkan vonis terhadap terdakwa berdasarkan pasal 114 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009.

“Sebenarnya kita banyak pertimbangan atas vonis yang diberikan. Kita menilai, terdakwa ini bukanlah pelaku utamanya. Dia hanya ditugaskan untuk menjemput, dan dia juga tidak tahu barang apa yang akan dijemputnya. Tapi salahnya dia, harusnya sudah merasa curiga ketika disuruh menaiki sebuah mobil lengkap dengan uang Rp10 juta yang ada di dalam. Terus, selama kasus ini, dia juga cukup kooperatif. Mulai dari penangkapan hingga pembacaaan, dia sangat kooperatif. Tidak pernah ada upaya  melarikan diri. Makanya ini yang jadi pertimbangan kita, vonis tidak sesuai dengan tuntutannya,” jelas salah satu Hakim PN Tanjung Selor, Indra Cahyadi.

Sementara, Kasi Pidum Kejari Bulungan, Andita Rizkianto mengungkapkan, akan melaporkan hasil vonis tersebut kepada Kejari Bulungan Ricky Tommy Hasiholan. Walaupun sudah divonis 20 tahun penjara subsider 2 bulan atau Rp1 miliyar, pihaknya sebagai jaksa penuntut umum (JPU) akan melakukan banding. Lantaran, vonis tersebut tak sesuai dengan tuntutan yakni penjara seumur hidup.

“Hasilnya (vonis, red) masih akan kita laporkan lagi ke pimpinan. Karena kita ada waktu satu minggu lagi. Nanti tergantung keputusan dari pimpinan apakah kita lakukan upaya hukum atau bagaimana. Tapi yang jelas, semua fakta-fakta yang tertuang dalam persidangan, memang sudah sesuai dengan BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Yang bersangkutan juga (Achmad Fathoni, red) cukup kooperatif selama ini. Nanti tergantung pimpinan kita lagi, terima atau tidaknya atas vonis ini,” tutup Andita. (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Hariadi