Headline

Pembangunan PLTSa Dimulai Hari Ini

Kondisi tempat pembuangan sampah di Hake Babu, Kota Tarakan yang diketahui sudah melebihi kapasitas daya tampung. (Foto: Dokumen/Koran Kaltara)
  • Kerja Sama Pemanfaatan Listrik Masih Berproses

TARAKAN, Koran Kaltara – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang dilakukan oleh PT. Patra Global Energi (PGE) tinggal selangkah lagi. Dijadwalkan, Rabu pagi ini (26/6/2019) dilakukan ground breaking atau peletakan batu pertama di lokasi pembangunan PLTSa yang berada di Kawasan Peternakan (Kunak), yang berada di Hake Babu.

Kepastian ini diungkapkan Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Pemerintah Kota Tarakan, Amir Hamzah kepada Koran Kaltara, Selasa (25/6/2019). Menurutnya,kegiatan ini sebagai salah satu indikator keberhasilan pemerintah kota dalam menerjemahkan visi dan misi wali kota, yang menginginkan banyaknya investasi di Bumi Paguntaka.

“Rencana besok (hari ini) PT. PGE melakukan ground breaking di lokasi pembangunan. Mereka juga sudah koordinasi dengan Perusahan Daerah (Perusda) dan Pemkot Tarakan serta DPRD. Ini baru awal pengerjaan dengan penimbunan lahan, nanti setelah dilakukan peletakan batu pertama dilakukan acara yang sama,” ungkap Amir.

Disinggung mengenai perizinan, dia mengaku bahwa hal tersebut sudah diselesaikan oleh pihak pengembang, baik di tingkat pusat maupun daerah. Bahkan masih ada yang sedang berproses di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait soal Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Sedangkan soal jual beli listrik antara PGE dan PLN sudah dilakukan di tingkat pusat.

“Pemkot hanya menyediakan lahan. Soal izin dan jual beli listrik tentu sudah dilakukan. Apa yang dilakukan oleh PGE ini kita harapkan sebagai awal. Akan banyak investasi lainnya di Tarakan karena potensi perikanan juga masih terbuka sangat lebar. Saat ini sedang berproses di Dinas Tanaman Pangan, Perternakan, dan Perikanan adalah permohonan pembibitan dan pengelolan rumput laut dari Malaysia. Sedangkan investor dari Vietnam tertarik membuat pembibitan kepiting,” sebutnya merinci potensi Tarakan yang dilirik investor.

Melihat kondisi ini, Tarakan sangat berpotensi menjadi daerah penamaman modal. Oleh karena itu, Pemkot akan memberikan karpet merah kepada investor yang akan melakukan usaha di Tarakan. “Artinya kita berikan pelayanan yang terbaik, soal perizinan tetap ada tetapi kita bantu sesuai prosedur yang ada. Selama ini kendala yang dihadapi adalah koordinasi yang kurang baik, makanya sekarang dibenahi polanya. Apalagi PT. PGE yang akan berinvestasi kurang lebih Rp1,2 triliun ini harus kita dukung,” tegasnya.

Selain Tarakan, Kabupaten lain di Kalimantan Utara ini juga masih berpotensi sebagai daerah investasi, sehingga layak untuk dipromosikan hingga ke luar negeri. Jika ada investasi sebelumnya yang gagal, bukan berarti tidak mendapatkan pelayanan yang baik dari pemerintah daerah. Hal itu bisa saja dikarenakan beberapa faktor, mulai dari hasil survei yang tidak menguntungkan dan beberapa hal lainya.

“Sebenarnya tidak ada kendala. Mungkin jenis investasi setelah disurvei pasar kurang menguntungkan karena investasi ini juga butuh keberlanjutan, berapa lama bisa mengembalikan modal, layak atau tidak, dan lain sebagainya. Jika dirasa tidak menguntungkan, mereka akan menarik diri,” urainya. (*)

Reporter : Sofyan Ali Mustofa

Editor : Nurul Lamunsari

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment