Headline

Pembangunan Infrastruktur Jawab Tantangan Aksesibilitas

Terkait tantangan utama sektor pariwisata di Kaltara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Permukiman (DPUPR-Permukim) Kaltara, Suheriyatna menjelaskan, fokus pembangunan saat ini masih berkutat dalam pemenuhan infrastruktur dari dan menuju lokasi wisata. Menurutnya, infrastruktur yang memadai memang menjadi salah satu kunci lokasi wisata bisa hidup dan bergeliat. Berdasarkan data di lapangan, kuantitas…

Terkait tantangan utama sektor pariwisata di Kaltara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Permukiman (DPUPR-Permukim) Kaltara, Suheriyatna menjelaskan, fokus pembangunan saat ini masih berkutat dalam pemenuhan infrastruktur dari dan menuju lokasi wisata. Menurutnya, infrastruktur yang memadai memang menjadi salah satu kunci lokasi wisata bisa hidup dan bergeliat.
Berdasarkan data di lapangan, kuantitas pelabuhan dan terminal dibandingkan luas wilayah Kaltara masih berada di bawah kecukupan infrastruktur konektivitas dibanding wilayah lain seperti provinsi di Pulau Jawa. Akses wisatawan menuju pariwisata di Kaltara untuk saat ini, mayoritas masih harus menggunakan angkutan udara karena faktor wilayah yang sangat luas tersebut.
“Sebaran bandara yang ada sebagian besar masih berupa bandara perintis. Potensi wisata alam di Kaltara seperti Taman Nasional Kayan Mentarang yang sangat potensial contohnya, kendala utama pengembangannya masih terkait akses jalan dan transportasi,” terangnya.
Kendati demikian, ia menggarisbawahi, sampai dengan pertengahan tahun 2018 telah dilakukan berbagai pembangunan infrastruktur di Kaltara yang mampu mendukung geliat pariwisata daerah. Seperti pembangunan PLTA di Sungai Kayan Mentarang dan Sembakung, pembangunan pelabuhan dan dermaga sungai, peningkatan bandara, pembangunan jalan, jembatan dan telekomunikasi dan pembangunan sarana dan prasarana kesehatan.
“Sementara ke depan akan dilakukan pembangunan 4 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang akan didukung oleh fasilitas lainnya seperti pasar dan pusat perbelanjaan yang bisa mendukung kunjungan wisatawan mancanegara. Dari akses, adanya penambahan jumlah penerbangan di Kaltara juga menjadi faktor yang bisa mendukung percepatan,” tutup Hairani.(*)

Reporter: Agung Riyanto

Editor: Nurul Mujib L