Headline

Pasangan Haram Tertangkap Basah Satu Kamar di Hotel

Salah satu pasangan bukan pasutri yang diamankan di sebuah hotel. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)
  • Aparat Keamanan Pastikan Enam Pasang Tak Terikat Ikatan Pernikahan

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Bukannya perbanyak ibadah di bulan suci Ramadan, enam pasangan tanpa ada ikatan pasangan suami-istri (Pasutri) malah asyik berduan di dalam kamar hotel. Mereka diciduk oleh jajaran Satpol PP Kabupaten Bulungan bersama dengan jajaran TNI/Polri dan Disdukcapil Bulungan saat melaksanakan gelar operasi penyakit masyarakat (pekat) di hotel-hotel, Sabtu (18/5/2019) malam.

Pasangan ini tertangkap dari berbagai hotel berbeda di Ibukota Kaltara. mereka langsung diamankan dan digelandang menuju Kantor Satpol PP Bulungan untuk dimintai keterangan. Tak sedikit pasangan yang terciduk itu, pasrah dan tak melakukan perlawanan sedikitpun.

Meski tertangkap basah, beberapa di antara mereka berkilah untuk mengelabui petugas dengan mengaku sebagai saudara kandung. Seperti yang dilakukan oleh remaja belasan tahun yang masih berstatus pelajar, mengaku merupakan saudara kandung yang sedang menginap di hotel di Jalan MH. Tamrin. Namun, setelah di introgasi oleh petugas, kedua remaja itu ternyata merupakan sepasang kekasih dan tidak terikat ikatan keluarga.

Selain itu, seorang wanita yang diciduk bersama pasangannya di hotel di Jalan Durian, tampak tak menerima kehadiran wartawan yang akan mengambil gambar. Bahkan, saat dibawa menuju Kantor Satpol PP Bulungan, wanita tersebut malah bersembunyi di balik petugas Satpol PP Bulungan.

Sekretaris Satpol PP Bulungan, Alung Juk mengakatan, dalam operasi pekat yang dilakukan pihaknya itu, memang merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap bulan Ramadan. Dalam operasi kali ini, kata dia, sebanyak 24 hotel di Tanjung Selor disasar oleh pihaknya. Tujuan operasi ini sendiri, untuk mengecek adanya pasangan yang tidak memiliki status suami-istri.

Meski kedapatan, petugas hanya memberikan pembinaan. “Kita hanya sebatas memberikan pembinaan saja. Kalau untuk ditahan, itu bukan kewenangan kami. Proses hukumnya itu, ada di kewenangan pihak kepolsian,” kata Alung.

Sementara, untuk pasangan yang masih belia itu, terpaksa pihak orangtua mereka dipanggil oleh jajarannya. Hal ini agar supaya para orangtua bisa mengetahui kegiatan anaknya sendiri. Dengan begitu, peran orangtua dalam memberikan pengawasan bisa lebih ditingkatkan.

“Pembinaan pasti lebih kami utamakan. Kita meminta mereka untuk membuat pernyataan. Kalau yang masih remaja atau masih di bawah umur, kita hubungi orangtua mereka. Supaya orangtuanya ini juga bisa mengawasi anaknya lebih lagi,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan Alung, jajarannya masih akan melakukan razia selama bulan Ramadan ini. Rencana ke depan, pihaknya akan menyasar kos-kosan yang diduga tempat berkumpul. Termasuk juga tempat hiburan malam (THM) yang kemungkinan juga akan disasar oleh petugas. “Pasti kita akan razia lagi. Kemungkinan kos-kosan lagi nanti. Tapi kalau waktunya, nanti akan kabari lagi,” pungkasnya. (*)

Reporter : Ramlan

Editor : Nurul Lamunsari