Kaltara

Nilai Tukar Petani Tumbuh Positif di Awal Tahun

Petani di Kabupaten Tana Tidung sedang menjemur hasil panen padinya. (Foto : Dokumen/Koran Kaltara)
  • Naik 0,52 Persen di Januari 2020

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Nilai Tukar Petani (NTP) di Kalimantan Utara catatkan pertumbuhan yang positif pada awal 2020 ini. Yakni mengalami kenaikan 0,52 persen dibandingkan Bulan Desember 2019. Atau dari 103,51 persen menjadi 104,03 persen.

Demikian dikonfirmasi Kepala Bidang Statistik Distribusi pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, Panca Oktianti, Jumat (21/2/2020).

Sebelumnya, Panca menjelaskan, NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP sendiri menjadi salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. Ketika angka NTP di atas 100 persen, menunjukkan adanya kemampuan konsumsi karena harga yang diterima saat panen lebih besar dibandingkan dengan modal yang dikeluarkan.

“NTP juga menunjukkan daya tukar atau terms of trade dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif maka akan semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani,” ujar Panca.

Secara detail, NTP per subsektor di Kaltara antara lain Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 100,82. Kemudian Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 95,60, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 115,81, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 105,28 dan Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) sebesar 104,53.

Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kaltara pada Januari 2020 sebesar 104,94. Atau naik 0,73 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

“NTP paling besar ada di komoditi perkebunan rakyat. Ini menunjukkan bahwa komoditi di bidang perkebunan cenderung lebih menguntungkan dibanding komoditi pertanian lainnya di awal tahun 2020 ini,” ujarnya.

Adapun dari data yang Koran Kaltara terima, dari 34 provinsi yang dihitung NTP-nya oleh BPS, terdapat 24 provinsi yang mengalami peningkatan NTP. Sedangkan 10 provinsi lainnya mengalami penurunan. Kenaikan NTP tertinggi pada Januari 2020 terjadi di Provinsi Riau sebesar 5,59 persen. Sebaliknya, penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Aceh sebesar 0,97 persen.

Sedangkan untuk regional Pulau Kalimantan, diketahui seluruh provinsi mengalami peningkatan NTP. Peningkatan tertinggi terjadi di Kalimantan Barat sebesar 2,39 persen. sedangkan peningkatan terendah terjadi di Kalimantan Utara sebesar 0,52 persen.(*)

Reporter: Agung Riyanto

Editor: Eddy Nugroho