Headline

Nilai Proyek Konstruksi Sipil Paling Besar

Foto: Ilustrasi/Internet

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara, Eko Marsoro menyampaikan, nilai jenis konstruksi yang memiliki nominal paling besar diselesaikan di Kaltara adalah konstruksi sipil.

Dalam Laporan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) tahun 2018, diketahui konstruksi sipil mencakup kegiatan konstruksi berat. Seperti fasilitas industri, proyek infrastruktur dan sarana umum, sistem pembuangan dan irigasi, saluran pipa dan jaringan listrik, fasilitas olahraga di tempat terbuka dan lainnya. “Nilai konstruksi sipil yang diselesaikan pada tahun 2017 sebesar Rp2,58 triliun,” kata Eko, Rabu (9/10/2019).

Lanjutnya, proyek konstruksi dengan nilai yang paling kecil adalah konstruksi khusus sebesar Rp609,06 miliar. Kegiatannya berupa pengerjaan yang dilaksanakan sub-kontraktor. “Seperti finishing gedung, pemasangan pipa ledeng, pemanas, pendingin ruangan, sistem alarm dan lain-lain. Kalau secara keseluruhan, nilai konstruksi tiap jenisnya memiliki pertumbuhan positif,” tambah Eko.

Di lain sisi, laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa biaya jasa konstruksi di Kabupaten Nunukan menjadi yang paling tinggi dibanding kabupaten dan kota lainnya. Kondisi tersebut, menggambarkan tingginya harga bahan-bahan konstruksi dan juga tingkat kesulitan geografisnya.

Lebih detail,  IKK di Kabupaten Nunukan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Di tahun 2013, nilai IKK sebesar 92,38. Kemudian melonjak bertahap hingga 122,99 pada tahun 2018. Kenaikan IKK di Nunukan sendiri tercatat berbanding terbalik dengan penurunan IKK di kabupaten dan kota lainnya.

“Sebelumnya Kabupaten Tana Tidung yang IKK-nya paling tinggi. Namun, dari tahun ke tahun nilai tersebut berangsur menurun. Yakni dari 189,75 pada tahun 2013 menjadi 121,07 di tahun 2018. Hal tersebut mengindikasikan adanya perbaikan infrastruktur di daerah tersebut. Sehingga kesulitan geografisnya menurun. Pada tahun 2018, nilai IKK Kabupaten Tana Tidung sudah dapat menyaingi kabupaten kota lainnya,” jelasnya.(*)

Reporter : Agung Riyanto

Editor : Nurul Lamunsari