Hukum Kriminal

Nelayan Nyambi Jual Sabu

SD, warga Juata Laut yang ditangkap jual sabu, 7 Januari lalu. (Foto : Istimewa)
  • Rekan Sesama Nelayan Ikut jadi Pelanggan

TARAKAN, Koran Kaltara – Bekerja sebagai nelayan, SD (40) ditangkap aparat Sat Reskoba Polres Tarakan saat tengah mengendarai motornya, di Jalan Padat Karya, Kelurahan Juata Laut. Ternyata selain nelayan, SD nyambi atau memiliki pekerjaan sampingan sebagai pengedar sabu.

Penangkapan SD ini, kata Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Reskoba AKP Sudaryanto setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat. SD diduga juga memasok sabu ke para nelayan dan warga di Kelurahan Juata Laut, sesuai pesanan pembeli.

“SD kita tangkap Selasa (7/1/2020) sekira jam 14.00 Wita. Kita hentikan dan amankan, waktu SD melintas di Jalan Padat Karya,” ujarnya, Jumat (10/1/2020).

SD dihentikan tim opsnat Sat Reskoba dan dilakukan penggeledahan badan. Ditemukan 1 bungkus plastik bening berisi narkotika jenis sabu berat 2,39 gram yang disimpan di kantong celana belakang sebelah kiri. Sabu ini dikemas SD dalam kotak rokok warna biru.

Selanjutnya, SD diamankan dan dibawa ke Polres Tarakan untuk diperiksa lebih lanjut. Hasil pemeriksaan sementara, SD diduga kurir sabu. Namun, biasanya SD juga menerima pesanan sabu yang sudah dikemas siap edar.

“Indikasinya, SD ini setelah membeli mau dipakai sendiri atau dijual kembali kepada orang lain sesama warga sekitar rumahnya. Karena, kalau di daerah Juata ini jarang orang membeli di daerah kota. Jadi, sabu didistribusikan di sekitar Juata saja,” tuturnya.

Daerah Juata laut ini, kata mantan Kapolsek Tarakan Utara ini, merupakan salah satu “daerah merah” yang menjadi pengawasan Sat Reskoba. SD sendiri merupakan warga RT 12, Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara.

SD disangkakan Pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 Undang undang No.35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

“Waktu dilakukan tes urine, SD juga merupakan pemakai sabu. Pengakuannya sih sudah cukup lama mengkonsumsi sabu, tapi dia tidak mengakui sejak kapan menjual sabu ini. Dugaan kita, SD merupakan pemain lama tapi baru pertama kali tertangkap,” tandasnya. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Hariadi