Hukum Kriminal

Narkotika Puncaki Kasus Ditangani Kejari

Barang bukti narkoba seberat 74,28 gram dimusnahkan oleh Kejari Bulungan. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)
  • 74,28 Gram Barang Bukti Sabu Dimusnahkan Kejari

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kabupaten Bulungan kini menjadi pangsa pasar baru peredaran narkoba. Dari data yang dimilki Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan, kasus barang haram tersebut terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Dalam pemusnahan sejumlah barang bukti yang dilaksanakan, Rabu (9/10/2019), lagi-lagi perkara narkoba masih mendominasi.

Dalam perkara persidangan periode Agustus hingga Oktober 2019, jumlahnya sebanyak 26 perkara yang terdiri dari 14 perkara narkotika dan sisanya perkara senjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi).

Kepala Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Bulungan, Sony Budi Prasetyo mengatakan, barang bukti sabu yang dimusnahkan itu merupakan sisa sampel dari barang bukti yang diserahkan kepolisian dan semuanya telah diputus oleh pengadilan.

“Sabu-sabu ini yang kita musnahkan ini sebenarnya hanya sampel di persidangan. Kalau barang bukti yang banyaknya, waktu habis pengungkapan dimusnahkan penyidik Polres Bulungan saat perkaranya masih di tingkat penyidikan,” ujarnya kepada Koran Kaltara, Rabu (9/10/2019).

Lanjut dia, dalam perkara narkotika itu 14 tersangka yang sudah diputus. Beberapa tersangka sudah dipindahkan ke Lapas Kelas II Nunukan dan sebagian masih berada di rutan Polres Bulungan.

Sony mengungkapkan, pemusnahan barang bukti yang dilakukan itu merupakan pemusnahan kedua di tahun 2019. Dikatakan, pemusnahan barang bukti biasanya digelar 3 kali dalam setahun.

“Beberapa tersangkanya, sudah kita kirim ke Lapas Nunukan. Kita masih akan lakukan pemusnahan di tahun 2019 nanti,” ujarnya.

Menurutnya, peredaran narkoba ini akan lebih mudah diatasi ketika ada dukungan lingkungan dan keluarga yang harmonis. Untuk itu, ia mengingatkan untuk lebih hati-hati terhadap peredaran barang haram ini, karena saat ini banyak narkoba yang dipasok dari luar negeri.

“Kita bersama-sama membasmi peredaran ini. Jangan sampai generasi kita rusak akibat narkoba ini. Organisasi rehabilitasi untuk pecandu ini tidak akan berhasil ketika memang tidak ada ada pengaruh dari lingkungan. Karena itu yang sangat berperan. Makanya, kita semua harus waspada terhadap peredaran narkoba ini. Terutama anak-anak yang saat ini sudah menjadi pilihan dalam memasarkan narkoba ini. Orang tua harus selalu mengawasi semua aktifitas anaknya sendiri. Jangan sampai anak kita yang menjadi korban,” pungkasnya. (*)

Reporter : Ramlan

Editor : Hariadi