Malinau

Nama PS Persemal Malinau Dicatut

Pemain PS Persemal (bukan anak Malinau,red) yang saat ini sedang bertanding di Kota Malang, Jawa Timur. (foto: istimewa)
  • KONI Malinau Bakal Layangkan Surat Protes

MALINAU, Koran Kaltara – Pertandingan Piala Soeratin U-17 Putaran Nasional sedang berlangsung di Kota Malang, Jawa Timur.

Dan, PS Persemal Malinau ikut berkompetisi mewakili Provinsi Kaltara. Namun, KNPI Malinau merasa kecewa. Karena, tidak ada pemain dari Malinau yang masuk PS Persemal Malinau. Bahkan, pemain PS Persemal Malinau yang bertanding, bukan dari hasil seleksi. Tetapi mengambil dari pemain luar Malinau.

Ketua KNPI Malinau Oktrianus Charles sangat kecewa terhadap pembinaan generasi muda dalam bidang olahraga persepakbolaan yang dilakukan Asprov PSSI Kalimantan Utara.

“Kami sangat kecewa sekali terhadap pembinaan bidang olahraga sepakbola di Kaltara ini. Dalam pertandingan Piala U17 Soeratin tanggal 11 Februari lalu, seharusnya putra Malinau dalam club Persemal Malinau,” tegas Charles kepada Koran Kaltara melalui via WhatsApp, Jumat (14/2/2020) lalu.

Dia melihat dari video berdurasi 1 menit yang diperolehnya, tidak ada satu pun putra asal Malinau.

“Dari video yang kami terima, tidak ada satupun pemain berasal dari club PS Persemal Malinau atau anak-anak Malinau,” tegasnya.

Dia menuding nama club PS Persemal Malinau telah dicatut. Dan ini dapat mencoreng citra persepakbolaan Provinsi Kaltara.

“Ini sudah dimanipulasi oleh oknum tidak bertanggungjawab yang mencatut nama Club PS Persemal Malinau,” katanya.

Dia menilai bahwa kejadian ini dapat merusak mental semangat generasi muda Malinau dalam pesepakbolaan di Kaltara.

“Ini dapat merusak sistem persepakbolaan di Kabupaten Malinau dan Kaltara,” ujarnya.

Dia tidak bisa menerima perlakuan terhadap pembinaan generasi muda di Malinau ini.

“Saya meminta pengurus KONI Kaltara dan Kabupaten maupun PSSI Kaltara dan PSSI Kabupaten dapat segera menindaklanjuti secara tegas. Kalau perlu dipecat sebagai pengurus persepakbolaan di Kaltara. Jangan sampai terulang kembali pencatutan nama club sepak bola di Kaltara,” harapnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Malinau Dr Tomi Labo mengaku sudah menerima informasi tersebut. KONI Malinau telah memerintahkan Askab PSSI Malinau untuk segera melakukan klarifikasi.

“Saya sudah meminta agar segera di klarifikasi. Jika itu benar, kami dari KONI Kabupaten Malinau akan melayangkan surat protes ke Asprov PSSI Kaltara dan tembusan ke PSSI Pusat dan KONI Provinsi,” ungkapnya.

Dia mengatakan telah berkoordinasi dengan KONI Provinsi Kaltara.

“Saya juga sudah berkoordinasi dengan KONI Kaltara, bahwa club PS Persemal yang mewakili Kaltara ini tidak benar dan sudah dicatut. Kami baru saja mau melakukan seleksi, tapi muncul wajah pemain yang sedang bertanding. Kami tidak kenal satu pun orangnya,” ungkapnya.

Karena itu, kata dia, KONI Malinau masih menunggu hasil klarifikasi dan identifikasi dari Askab PSSI Kabupaten Malinau.

“Kalau Askab PSSI Malinau lambat meresponnya. KONI Malinau akan mengambil sikap. Apabila ada biaya yang dikeluarkan, kami tidak menanggungnya. Kami minta kepada KONI Kaltara tidak mengeluarkan biaya satu persen selama mereka bertanding,” jelasnya.

Dia beralasan, bahwa pertandingan U-17 tersebut tidak melalui seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Seharusnya yang mewakili perwakilan Malinau melewati seleksi. Ini baru mau dilakukan seleksi, tiba-tiba sudah bertanding,” katanya.

Diketahui, berdasarkan jadwal Piala Soeratin U 17 Putaran Nasional di laman PSSI, Provinsi Kalimantan Utara berada di putaran Grup F akan menghadapi Provinsi Kalimantan Timur, Bali dan DKI Jakarta. (*)

Reporter: Sulaiman

Editor: Sobirin