Bulungan

Musim Buah Lokal, Saatnya Berburu Durian

Medio Desember hingga Maret nanti, menjadi musim buah lokal di Kabupaten Bulungan. Tampak penjual durian lokal memajang dagangannya. (Foto: Agung Riyanto/Koran Kaltara)
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara - Varian buah lokal Kabupaten Bulungan, sedang memasuki musim berbuah di Bulan Desember ini. buah lokal itu di antaranya adalah durian, lai (sejenis durian khas Kalimantan), duku, langsat, cempedak, terap (sejenis nangka) dan lainnya. Masyarakat bisa dengan mudah membelinya di Pasar Induk, pasar buah musiman dan beberapa lapak dadakan di beberapa…

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Varian buah lokal Kabupaten Bulungan, sedang memasuki musim berbuah di Bulan Desember ini. buah lokal itu di antaranya adalah durian, lai (sejenis durian khas Kalimantan), duku, langsat, cempedak, terap (sejenis nangka) dan lainnya.

Masyarakat bisa dengan mudah membelinya di Pasar Induk, pasar buah musiman dan beberapa lapak dadakan di beberapa ruas jalan.

Salah satu penjual buah di depan Sentra Kuliner Tepi Kayan (Kulteka), Jalan Sahbannar Lama, Tanjung Selor, Ardila mengatakan, musim buah biasanya berlangsung hingga Maret nanti.

Rata-rata, buah yang dijual berasal dari wilayah hulu Bumi Tenguyun (sebutan Bulungan), seperti Antutan, Peso, Mara Satu dan Bhayangkara.

Dari seluruh varian buah, menurutnya, durian paling banyak diburu masyarakat. Adapun jenis yang tersedia, didominasi jenis Berayuk dan Mentega.

“Berayuk ini bentuknya agak panjang dan ada rasa khas pahit-pahitnya. Banyak yang suka karena sedikit pahitnya itu,” kata Ardila, Minggu (16/12/2018).

Rata-rata, durian yang dijual mulai harga Rp25.000 hingga Rp100.000 ke atas,  sesuai ukurannya.

Adapun untuk buah yang lain, harga yang dibanderol di bawah Rp50.000 untuk setiap kilogram atau per biji. “Lai ini ya Rp25.000 sampai Rp50.000, kalau duku Rp35.000 per kilogram, langsat Rp25.000 juga per kilogram,” kata Ardila.

Karena tidak sepanjang tahun ada, banyak pedagang yang menjajakan dagangannya hingga tengah malam. Terutama untuk buah durian. “Bisa sampai jam 12 (malam) tutupnya,” ujarnya.

Adanya musim buah lokal sendiri, tidak disia-siakan oleh sebagian masyarakat. Feri yang ditemui sedang menyantap durian bersama rekan satu kantornya mengatakan, membeli durian sudah menjadi tradisi wajib bagi dirinya.

“Mumpung ada. Setiap musim, pasti ke sini sama teman-teman,” kata perempuan berkacamata tersebut.

Senada dengannya, Ari yang membeli duku juga mengatakan hal yang serupa. Dimana berlangsungnya musim buah lokal, kerap tidak pernah terlewatkan hanya sebagai penonton saja.

“Kalau pas musim gini, anak di rumah juga pasti minta dibawain pas pulang kerja,” terang Ari. (*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Didik