Bulungan

Minta Akreditasi dan Infrastruktur Diperhatikan, Kampus STIE Bultar Sebut sedang Berproses

Kampus A STIE Bultar, Tanjung Selor. (Foto : Martinus/ Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bulungan-Tarakan (STIE Bultar) Kampus A, Tanjung Selor yang beralamat di Jalan Mangga, menjadi salah satu perguruan tinggi yang ada di Ibukota Kaltara. Seluruh civitas akademik kampus ini berharap banyak mengenai mutu dan kualitas pendidikan yang ada di dalamnya. Termasuk juga menyangkut infrastruktur pendukung jalannya proses pekuliahan.

Dari hasil diskusi santai bersama Koran Kaltara, beberapa mahasiswa mengemukakan banyak harapan atas kampus yang dicintainya. Terutama fasilitas pendidikan yang didapatkan sesuai dengan biaya yang dikeluarkan mahasiswa.

Bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Bulungan, STIE Bultar terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang kompetitif di wilayah Kaltara. Mengingat statusnya bukan perguruan tinggi negeri, biaya untuk penyelenggaraan pendidikan terbilang tidak sedikit. Diketahui, biaya pendidikan per semester mahasiswa tahun akademik 2019/2020 adalah Rp3,5 juta.

Kampus ini terakreditasi dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) untuk setiap program studinya, yaitu Program studi Manajemen terakreditasi B di Tarakan. Sedangkan Prodi Ekonomi Pembangunan yang ada di Bulungan Terakreditasi C. Ini sesuai dengan Surat Keputusan BAN Perguruan Tinggi Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 1064/SK/BAN/-PT/Akred/S/IV/2017.

Adapun animo berkuliah di kampus beralmamater kuning ini setiap tahun kian meningkat. Pada tahun 2018/2019 yang lalu, Prodi Ekonomi Pembangunan meluluskan sarjana yang siap kerja sebanyak 256 mahasiswa.

Tidak lepas dari itu, STIE Bultar memiliki bangunan yang berjumlah 7 Ruangan. Sebanyak 5 ruang digunakan untuk belajar-mengajar, 1 ruang perpustakaan, 1 lagi digunakan untuk ruang organisasi kemahasiswaan dan ruang administrasi.

Salah satu mahasiswa yang namanya tidak ingin di-koran-kan tidak mempermasalahkan status akreditasi. Menurut dia, pengakuan akreditasi masih bisa berproses hingga nanti dia menyelesaikan studi di kampus ini.

Dirinya lebih realistis melihat kondisi kampus yang ada saat ini, yakni infrastruktur penunjang yang dinilai masih sangat minim. “Yang kami butuhkan sekarang AC (Air Conditioning). Ada dua ruangan saja yang ber-AC, sedangkan ruangan yang lain menggunakan kipas gantung, karena AC-nya rusak. Kami tidak membutuhkan kipas gantung, yang kami butuhkan AC,” pintanya.

Dikonfirmasi Koran Kaltara, Sekretaris Prodi Ekonomi Pembangunan, Maxi Sondakh memberikan penjelasannya. Mengenai akreditasi, pihaknya tengah berproses untuk menaikkan statusnya menjadi B. Sedangkan untuk infrastruktur penyelenggaraan belajar-mengajar, juga akan dipenuhi.

“Agenda ke depannya sejak pertengahan tahun ini, kampus akan memperbaiki infrastruktur. Tahun 2021, kita akan reakreditasi menuju akreditasi B,” pungkasnya. (*)

Reporter : Martinus

Editor: Nurul Lamunsari