Headline

Menanti Kepastian Pemberangkatan Haji 2020

Beri Penjelasan – Kakanwil Kemenag Kaltara, H. Suriansyah Hanafi saat memberi penjelasan terkait pemberangkatan haji tahun ini. (Foto : Agung/Koran Kaltara)
  • Kemenag Perpanjang Batas Waktu Pelunasan

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Calon Jamaah Haji asal Kalimantan Utara masih perlu bersabar terkait kepastian pemberangkatan haji tahun 2020. Kendati jadwal Rencana Perjalanan Haji (RPH) menginformasikan pemberangkatan mulai dilakukan 26 Juni nanti, namun sampai sekarang Kementerian Agama (Kemenag) belum bisa memberikan informasi resmi. Mengingat Otoritas Kerajaan Arab Saudi yang masih memberlakukan kebijakan lockdown untuk mencegah dan menangani penyebaran covid-19.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Kalimantan Utara, H. Suriansyah Hanafi mengatakan, pihaknya sampai saat ini memang sebatas menunggu keputusan dari Kemenag pusat di Jakarta. Oleh karena itu, berharap agar 416 CJH tetap tenang sampai keputusan diterbitkan.

“Kalau dari kami sendiri sudah di posisi ready. Petugas haji juga sudah mengikuti pelatihan. Jadi memang stand by saja. Terkait kebijakan nanti itu diberangkatkan atau ditunda untuk tahun ini, kita masih menunggu keputusan dari pusat,” kata Suriansyah kepada awak media, Selasa (24/3/2020).

Terkait covid-19 yang sudah menjadi pandemi, disampaikan Suriansyah agar bisa dipahami seluruh CJH. Dimana seluruh negara sedang fokus melakukan pencegahan dan penanganan agar tidak ada lagi korban jiwa berjatuhan.

“Salah satunya ya melalui kebijakan lockdown tadi di Arab Saudi. Otoritas Kerajaan tentu tidak ingin kondisi bertambah parah dengan berkumpulnya orang banyak saat kondisi belum dijamin aman,” jelas Suriansyah.

Pada kesempatan tersebut, dia juga menginformasikan adanya kebijakan perpanjangan waktu pelunasan Biaya Perjalanan Haji (Bipih) untuk jamaah reguler. Yakni tahap pertama yang awalnya dari 19 Maret hingga 17 April 2020, diperpanjang hingga 30 April 2020. Kemudian untuk tahap kedua, dari awalnya dimulai 30 April hingga15 Mei 2020, diubah menjadi dari 12 – 20 Mei 2020.

Menurut Suriansyah, perpanjangan waktu ini dimaksudkan agar jamaah mempunyai kesempatan membayar lebih luas. Sehingga mengantisipasi agar tidak menumpuk pada waktu yang bersamaan. Diungkapkan dirinya,  Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Pusat menyebutkan, saat ini antrean dan kumpulan jamaah di Indonesia masih tergolong banyak pada Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih. Hal Itu dikhawatirkan berpotensi terjadinya penyebaran virus Covid-19.

“Calon Jamaah Haji juga kami arahkan untuk memanfaatkan layanan pelunasan non teller. Yakni dengan melakukan transfer, sehingga tidak perlu datang ke bank. Untuk mendukung itu, sudah ada penanggung jawab sekaligus admin di grup whatsapp di kabupaten dan kota. Penanggung jawab harus selalu dapat dihubungi oleh jamaah yang akan menyampaikan bukti pelunasan atau bukti transfer dan pas foto mereka,” jabar Suriansyah.(*)

Reporter: Agung Riyanto

Editor: Nurul Lamunsari