Bulungan

Mangkrak, Videotron Pasar Induk Belum Diperbaiki

Kondisi videotron yang ada di kawasan Pasar Induk Tanjung Selor. (Foto : Ike Julianti/Koran Kaltara)
  • Dewan Sebut Sebagai Proyek Gagal dan Mubazir

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Salah satu fasilitas informasi, berupa papan reklame elektronik atau yang sering videotron yang berada di halaman parkir Pasar Induk Tanjung Selor, hingga kini terkesan mangkrak. Sejak awal dibuat sekitar 2014 atau 5 tahun silam, video itu hanya beberapa kali berfungsi.  Itupun hanya di awal pembuatan. Semenjak itu hingga kini kondisinya tidak pernah hidup.

Menggapi hal tersebut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Bulungan Sunaryo mengatakan,  tujuan pembuatan videotron yang terpasang  khususnya di Pasar Induk Tanjung Selor,  itu bagus. Karena masyarakat dapat melihat atau memperoleh informasi. Terutama terkait dengan harga komoditi di pasar. Namun sangat disayangkan fasilitas yang dibangun dengan biaya Rp 2 miliar lebih itu, tak berfungsi maksimal.

“Waktu awal dibangun saja saya sempat liat videotron ini nyala. Ketika itu, ditampilkan harga-harga sembako. Namun setelah itu, tidak pernah hidup lagi, bahkan terkesan dibiarkan mangkrak,” kata Sunaryo, anggota DPRD Bulungan saat dijumpai, Jumat (8/11/2019).

Dikatakan, videotron tersebut dibangun oleh Pemkab melalui kewenangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Bulungan. Tujuannya untuk memberikan informasi  harga sembako dan info lainnya di pasar tersebut. Kerusakan pada videotron itu tidak kunjung disikapi dengan dilakukan perbaikan hingga kini.

Menurut dirinya, videotron itu bisa membantu masyarakat mengetahui harga bahan pokok yang dijual di pasar. Namun dengan kondisi yang saat ini terihat mangkrak, bisa dikatakan pengadaan tersebut sebagai proyek gagal. Apalagi, untuk pengadaan videotron tentu digelontorkan anggaran yang tidak kecil.

“Seharusnya, ada upaya dinas terkait melakukan perbaikan. Jadi  tidak dibiarkan mangkrak begitu saja, Anggaran sudah digelontorkan untuk pengadaan videotron, tapi malah tak berfungsi. Jadi terkesan mubazir saja adanya videotron itu,”  tegasnya kepada Koran Kaltara.

Pemerintah Kabupaten Bulungan, kata dia, harus benar-benar mengevaluasi tentang fungsi dan manfaat barang tersebut. padahal kata dia jika di videotron tersevbut digunakan sebagi mungkin bisa jadikan sebagai media iklan.

“Kalau dari sudut pandang konsumen, konsumen menjadi tahu informasi mengenai jasa, program pemerintah, ataupun produk. Yang meliputi harga, spesifikasi, fungsi, yang bisa ditampilkan melalui videotron tersebut,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pembangunan videotron itu dilakukan sekitar 2014 lalu, pengadaannya bersamaan dengan pengadaan knopi, dan lampu solar sel di Pasar in Induk.

Pembangunan videotron yang menelan anggaran sekitar Rp2,2 miliar, bahkan sempat dibawa ke ranah hukum. Karena diduga bermasalah. Namun hingga kini belum ada kelanjutan penyidikan yang dilakukan oleh jajaran Polres Bulungan.

Disperindagkop, kata kepala dinasnya Ajer Supriyono saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengalu, akan berupaya melakukan perbaikan, terutama untuk sejumlah fasilitas pasar induk. Namun lagi-lagi untuk itu dilakukan secara bertahap. Karena menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. (*)

Reporter : Ike Julianti

Editor : Eddy Nugroho