Hukum Kriminal

Lima Titik Rawan Penyeludupan Narkoba

Para kurir yang melakukan penyeludupan sabu di wilayah Bulungan. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Berdasarkan pemetaan yang dilakukan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara, ada lima titik di Bulungan yang disinyalir menjadi lokasi penyeludupan narkoba. Titik-titik itu digunakan para bandar maupun kurir dalam melakukan bisnis haramnya mengedarkan narkoba ke beberapa daerah yang ada di Bumi Tenguyun—Bulungan.

Kepala BNN Provinsi Kaltara Brigjen Pol Herry Dahana mengatakan, upaya pencegahan peredaran narkotika tidak bisa hanya mengandalkan aparat keamanan. Melainkan juga dibutuhkan peran serta masyarakat. Karena selama ini, yang dijadikan korban bisnis haram itu adalah masyarakat awam yang kemungkinan tidak paham akan dampak ditimbulkan setelah dikonsumsi.

“Kalau kita lihat data jumlah pengungkapkan, tiga tahun terakhir ini mengalami peningkatan. Artinya itu menandakan bahwa, peredaran narkoba itu semakin hari semakin banyak. Kaltara ini masuk zona merah. Ada 25 titik yang tersebar dan dijadikan sebagai lokasi penyeludupan. Lima titik di antaranya, ada di Bulungan,” katanya kepada Koran Kaltara.

Berbagai upaya pencegahan peredaran narkoba ini memang kerap digalakkan. Salah satu gerakannya yang dinilai cukup ampuh adalah gerakan Desa Bersinar atau Desa Bersih Narkoba. Hanya saja, untuk di Kaltara sendiri, baru dua daerah yang sudah mulai menggalakkan program tersebut. Kendala yang dihadapi dalam program itu, kata dia, minimnya jumlah personel BNNP Kaltara yang ada.

“Kalau di Kaltara baru Nunukan dan Tarakan. Di Nunukan sudah ada dua wilayah, di Pulau Nunukan-nya dan di Pulau Sebatik. Kalau di Tarakan, tahun ini baru kita mulai galakkan. Kalau di Bulungan dan daerah lainnya, masih belum. Kita lakukan secara bertahap dulu,” jelasnya.

Selama ini, lanjut dia pengguna narkoba ini hanya dijadikan sebagai korban oleh para bandar dan kurir. Program Desa Bersinar itu, kata dia, sebagai salah satu upaya memberikan kesadaran bagi masyarakat agar tidak menjadi pengguna. Tidak hanya itu, ia juga berharap ada kesadaran masyarakat untuk dilakukan rehabilitasi. Agar tak memberikan ruang kepada kurir untuk memasarkan barang haram itu. Karena selama ini, narkoba dengan mudah dipasarkan lantaran ada permintaan dari pengguna sendiri.

“Pecandu dan pengguna itu hanya korban saja. Yang pelaku itu kurir dan bandarnya. Makanya kita harus sama-sama memutus mata rantai pengguna narkoba ini. Makanya kita intens untuk melakukan penyembuhan kepada yang sudah kecanduan. Kalau dia sudah menjadi penggiat anti narkoba, dia juga pasti bisa menyadarkan masyarakat kita agar tidak mengkonsumsi lagi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramlan

Editor: Eddy Nugroho