Nunukan

Lapas Nunukan Miliki Taman Agrowisata

Direktur Jenderal Permasyarakatan Dr. Sri Pucuh Budi Utami saat didampingi Bupati Nunukan meresmikan Taman Agrowisata Lapas Nunukan, Kamis (13/2/2020). (foto: Asrin/Koran Kaltara)
  • Diresmikan Direktur Jenderal Permasyarakatan

NUNUKAN, Koran Kaltara – Setelah lama direncanakan, Lapas Kelas II B Nunukan akhirnya memiliki kawasan wisata agro dan edukasi sendiri. Hal ini ditandai dengan peresmian Lapas Angrowisata dan Edukasi oleh Direktur Jenderal Permasyarakatan Dr. Sri Pucuh Budi Utami, BC.IP, M.SI. Peresmian itu dihadiri Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid, Kamis (13/2/2020).

Sri Pucuh Budi Utami sangat mengapresiasi Lapas Nunukan. Meskipun ada beberapa Lapas di Indonesia menerapkan hal sama, namun pihaknya tetap bangga kepada Pemkab Nunukan. Karena telah menghibahkan sejumlah aset untuk perkembangan Lapas Nunukan.

“Ini sudah ada di beberapa tempat. Kita hanya menguatkan saja, dengan Keputusan Dirjen,” terangnya kepada Koran Kaltara, Kamis (13/2/2020).

Dia menerangkan bahwa dalam Keputusan Dirjen ini, ada paket-paket yang harus diselesaikan. Dan Nunukan sudah mengambil kesempatan pertama untuk bisa merealisasikan. Salah satunya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Misalkan, tahun 2020 ini akan menanam untuk ketahanan pangan diatas lahan seluas 100 hektar. Kemudian, PNBP minimal Rp7 miliar. Kan, misalnya seperti itu. Kemudian untuk mereka yang mendapatkan pelatihan kemandirian bersertifikat dari lembaga terakreditasi itu untuk ribuan orang. Hal-hal yang seperti itu sudah ditindaklanjuti dimana pun. Dan disini hanya ada satu paket, sepertinya kurang,” ungkapnya.

Menurut dia, meski ada paket yang kurang, namun tetap menjadi catatan untuk diprioritaskan. Sebab, selain untuk mendukung program agrobisnis Pemda, taman agrowisata asimilasi dan edukasi itu akan dimanfaatkan sebagai sarana reintegrasi sosial.

“Kenapa perlu dilakukan asimilasi? Karena, dalam poses pemasyarakatan memang mereka harus di asimilasi. Itu wajib hukumnya. Agar nanti, para penghuni Lapas memiliki bekal sosial cukup untuk kembali lagi ke masyarakat,” kata Budi Utami.

Sementara itu, Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid mengatakan ada sekitar 10 hektar lahan dihibahkan kepada Lapas Nunukan.

“Kemudian, ada tambahan bangunan Lapas yang kita berikan. Jumlah semuanya ada 6 item. Jika ditotalkan hampir mencapai Rp6 miliar. Ini diluar dari lahan yang ada,” terangnya.

Dia mengatakan taman agrowisata asimilasi dan edukasi Lapas Nunukan akan menjadikan objek wisata di Kabupaten Nunukan.

Taman agrowisata asimilasi dan edukasi Lapas Nunukan adalah areal perkebunan di samping Lapas Nunukan. Taman itu ditanami berbagai jenis buah – buahan. Di areal perkebunan itu juga terdapat kolam ikan dan kandang ayam potong. Taman tersebut dikelola penghuni Lapas. Setelah diresmikan, masyarakat nanti dapat berekreasi di taman tersebut. (*)

Reporter: Asrin

Editor: Sobirin