Food & Drinks Traveling

Lahap Kapal Selam Jumbo di Tanjung Selor

Pempek Kapal Selam - Satu porsi Pempek Palembang Jenis Kapal Selam di Jalan H. Maskur bisa menjadi kudapan yang patut dicoba di Tanjung Selor. (Foto : Agung/Koran Kaltara)
  • Komposisi Ikan Tenggiri Asli Perkuat Cita Rasa

TANJUNG SELOR – Kudapan Pempek jenis Kapal Selam di Jalan H. Maskur – Tanjung Selor, kembali menambah daftar kuliner yang patut dicoba saat berkunjung ke Ibukota Kalimantan Utara.

Saat Koran Kaltara singgah kemarin siang (27/1), tidak perlu menunggu waktu lama agar satu porsi Pempek kapal selam menepi di atas meja. Lengkap dengan dua jenis kuah khas berwarna coklat dan potongan timun segar.

Dengan harga Rp23.000 per porsi, sajian Pempek yang dihidangkan tergolong sangat besar. Belum lagi dalam setiap sajian pempek kapal selam, dilengkapi satu jenis pempek lain dengan ukuran sedikit lebih kecil.

Saat suapan pertama, pempek kapal selam memiliki kulit yang renyah. Meskipun tercampur dengan kuahnya, renyah lapisan kulit tidak langsung hilang begitu saja. Sedangkan untuk daging pempek, cenderung tetap terasa sangat lembut dan tidak alot. Sehingga tidak sulit ketika dikunyah dalam mulut. Perpaduan telur sebagi isian juga terasa menyatu dan menambah gurihnya daging pempek.

Khusus untuk kuah yang di Palembang dengan nama cuko, tingkat keasaman tergolong pas dan tidak berlebihan. Bagi pembeli yang menyukai cita rasa lebih pedas, penjual sudah menyediakan kuah khusus di botol berbeda.

Mulai buka dari pukul 08.00 Wita sampai 22.00 Wita, Warung Pempek Palembang ini juga menyediakan berbagai jenis lainnya. Yakni pempek lenjer, pempek adaan, pempek telur, pempek kulit dan pempek udang.

Sebagai informasi tambahan, sajian per porsi untuk pempek jenis lain dibanderol dengan harga yang sama. Dengan harga tersebut, terjadi lima buah pempek yang digoreng dan kemudian dipotong-potong kecil. Namun pembeli juga bisa membeli per potong atau dicampur dengan jenis lainnya. Untuk per potong, dibanderol dengan harga Rp4.500.

Kepada Koran Kaltara, Pemilik Warung Pempek Palembang, Ibu Nurbaya mengatakan, komposisi yang dipakai sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pempek pada umumnya. Namun yang membuat cita rasa pempek khas Sumatera Selatan ini sangat terasa, diungkapkan Nurbaya tidak terlepas dari ikan tenggiri asli yang digunakan.

“Kalau bahan bahannya sih sebenernya sama saja dengan yang lain. Tapi di sini memang pakai ikan tenggiri asli. Kecuali memang yang khusus pempek udang tadi. Mungkin juga dari pengalaman saja sih,” kata Nurbaya yang sudah berjualan sejak 2011 bersama suami tercinta.

Khusus untuk kuah yang diberi nama cuko ini, disampaikan Nurbaya menggunakan gula aren asli, asam dan beberapa bumbu tertentu lainnya.”Meskipun namanya cuko, kita tidak menggunakan cuka,” tambah Nurbaya.(*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Sobirin