Ruang Publik

Kuasai Keterampilan Dasar Mengajar Untuk Membangun Guru Cerdas, Handal dan Tangguh Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0

Nursia
  • Oleh: Nursia, S. Pd., M. Si

PRESTASI belajar yang diperoleh siswa menjadi tolok ukur suatu keberhasilan dalam proses pembelajaran. Untuk tercapainya prestasi belajar yang tinggi bukanlah suatu hal yang mudah, karena keberhasilan belajar sangat dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain adalah faktor internal dan faktor eksternal.

Adapun faktor internal yaitu yang timbul dari dalam diri anak itu sendiri, seperti kesehatan, mental, tingkat kecerdasan, minat dan sebagainya. Sedangkan faktor eksternal adalah yang datang dari luar diri anak, seperti kebersihan rumah, udara, lingkungan, keluarga, masyarakat, teman, guru, media sarana dan prasarana belajar.

Meningkatnya prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh proses belajar mengajar di kelas. Ketercapaian tujuan pembelajaran bergantung pada proses belajar mengajar apakah berlangsung baik atau tidak. Proses belajar mengajar akan berlangsung baik apabila guru mampu menguasai dan mengimplementasikan keterampilan dasar mengajar di kelas.

Menurut undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tugas seorang guru adalah mendidik, menajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik baik pada jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah pada jalur pendidikan formal.

Penguasaan dan pengimplementasian keterampilan dasar mengajar berperan penting dalam menciptakan situasi dan kondisi lingkungan belajar yang kondusif yang mendukung proses belajar mengajar. Situasi belajar yang kondusif mampu mendorong siswa untuk belajar lebih optimal mampu menumbuhkan dan mendorong siswa untuk melaksanakan proses belajar secara optimal.

Guru sebagai seorang pengajar dan pendidik memegang peranan penting dalam dunia pendidikan. oleh karena itu, guru dituntut untuk memiliki kompetensi-kompetesi tertentu agar dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan baik dan menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan dapat mendorong siswa memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

Kompetensi guru yang awalnya berbasis konten saat ini menjadi berbasisi kepada proses pembelajaran (learning process).

Keterampilan dasar mengajar (teaching skills) adalah kemampuan atau keterampilan yang sifatnya khusus (most specific instructional behaviors) yang mutlak harus dimiliki oleh guru agar dapat melaksanakan tugas belajar mengajar agar berjalan secara efektif dan efisien.

Selain itu keterampilan dasar mengajar memberikan pengertian lebih dalam mengajar. Mengajar tidak hanya sekedar proses menyampaikan materi, tetapi terkait aspek yang lebih luas seperti pembinaan sikap, emosional, karakter, kebiasaan dan nilai-nilai.

Keterampilan secara keseluruhan bertujuan untuk memberikan pedoman dan pandangan bagaimana seorang guru dapat menyiapkan diri untuk mengajar, jenis-jenis keterampilan dasar mengajar mulai dari mempersiapkan skenario pembelajaran, membuka dan menutup pembelajaran, menjelaskan materi dengan baik, memberikan penguatan ke siswa, memberikan penilaian terhadap siswa untuk memperbaiki perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, dan melatih mahasiswa mengelola kelas untuk menata proses pembelajaran secara maksimal.

Meskipun era revolusi idustri 4.0 belum memberikan pengaruh besar bidang profesi guru atau pendidik, namun guru tidak boleh terlena dengan kondidisi yang dihadapi. Kecanggihan teknologi mau tidak mau guru harus meng-upgrade diri agar menjadi guru cerdas, handal dan tangguh yang mampu menghasilkan sumberdaya manusia lebih berkualitas.

Kompetensi yang harus dikuasai oleh guru pada era revolusi industry 4.0 antara lain guru harus mampu melakukan penilaian secara komprehensif. Penilaian tidak hanya bertumpu pada aspek kognitif atau pengetahuan saja, tetapi guru di era sekarang harus mampu mengakomodasi potensi peserta didik mulai dari bangku sekolah.

Kedua, guru memiliki kompetesi abad ke-21 yang mencakup aspek penting yaitu karakter, keterampilan dan literasi, ketiga guru harus menyajikan modul yang digunakan dalam pembelajaran sesuai passion siswa tidak selalu menggunakan modul konvensional yang berbasis paper.

Terakhir, seorang guru harus memiliki kompetensi penyajian pembelajaran yang inovatif.

Mewujudkan hal tersebut melalui Kegiatan Program Praktek Lapangan (PPL) yang dilakukan oleh mahasiswa bertujuan untuk melatih dan menyiapkan guru yang profesioanal. Secara khusus kegiatan PPL bertujuan untuk mengenal secara cermat lingkungan fisik, administrasi, akademik, dan psikologi sekolah, menguasai berbagai keterampilam dasar mengajar, menerapkan berbagai kemampuan profesional keguruan secara utuh dan terpadu dalam situasi nyata, mengembangkan aspek pribadi dan sosial lingkungan sosial sekolah.

Maka dari itu perlu adanya analisis terhadap keterampilan dasar mengajar mahasiswa untuk mengetahui pemahaman dan aktualisasinya selama pelaksanaan PPL. (*)

*) Penulis adalah dosen di Universitas Borneo Tarakan