Politik

KPU Rancang Pemilu dengan Sistem e-Voting

Coffe morning KPU Tarakan bersama awak media untuk sosialisasi perkembangan pelaksanaan pemilu di Kalimantan Utara. (Foto: Sofyan Ali Mustofa/Koran Kaltara)
  • Diyakini Bakal Lebih Cepat dan Murah

TARAKAN, Koran Kaltara – Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedang merancang pemanfaatan teknologi untuk mempermudah proses Pemilihan Umum (Pemilu), melalui aplikasi Elektronic Voting (e-Voting).

Hal ini diungkapkan Komisioner KPU Tarakan dalam kegiatan coffe morning bersama media massa, dalam rangka publikasi informasi kepemiluan, yang diselenggarakan di ruang serbaguna kantor KPU Tarakan, di Jalan Sei Sesayap, Kamis (28/11/2019).

Dikatakan Komisoner KPU Tarakan, Muhammad Tufik Akbar, bahwa saat ini KPU sedang melakukan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi untuk memangkas tahapan pemilu yang selama ini cukup panjang, ribet, lama, dan mahal dengan cara yang lebih efisien, yaitu penggunaan teknologi e-Voting.

“Inya Allah akan menjadi e-Voting, kita melakukan evaluasi dari tahapan pemilu secara konvensional mulai dari tahapan sosialisasi, pemungutan suara, rekapitulasi, hingga penetapan  membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun dengan e-Voting akan menjadi 1 tahapan saja sehingga akan lebih cepat dan murah,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Taufik, bahwa hasil e-Voting sangat bagus, dan saat ini teknologi yang sangat mendukung untuk penerapan pemilu adalah menggunakan android, dimana hampir semua rakyat Indonesia memiliki gawai canggih ini.

“Kami tahu bahwa teknologi sangat memudahkan kita dalam berbagai hal, ini menjadi perhatian dari KPU RI untuk melakukan e-Voting, sehingga proses pemilu akan lebih simpel serta meminimalisir sengketa karena akan banyak strategi-strategi yang baik dalam penerapannya nanti,” ucapnya.

Meskipun demikian, Taufik belum bisa memastikan kapan e-Voting akan diberlakukan karena masih dalam proses pembahasan di KPU RI. Jika kebijakan ini diberlakukan maka KPU yang ada di daerah akan menyesuaikan.

Dalam kesempatan tersebut, Taufik juga mengatakan bahwa akan terjadi peningkatan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara 2020 mendatang. Namun dirinya belum bisa memastikan persentase kenaikan jumlah DPT. Menurutnya, kenaikan DPT dipengaruhi pertumbuhan jumlah penduduk di Kaltara yang cukup signifikan.

“Tahapan Pemilu Kaltara 2020 sudah semakin dekat, akan terjadi peningkatan jumlah DPT seperti data yang disampaikan kepada kami pada 2018 dimana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dengan membandingkan data pemilu terjadi kenaikan yang luar biasa. Kalau melihat itu, tentu akan terjadi potensi kenaikan DPT. Bahkan data yang disampaikan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, yang menyampaikan bahwa potensi pertambahan penduduk dalam setiap tahunya mencapai 10 ribu jiwa,” bebernya.

Sedangkan untuk proses Pilgub Kaltara pada 23 Nopember 2020 mendatang, KPU Tarakan gencar melakukan sosialisasi.

“Terkait dengan pemilukada, KPU dalam melihat perkembangan yang lagi tren di media sosial, kita juga lakukan sosialisasi di sana. Bahkan KPU semakin intens melakukan sosialisasi tahapan maupun pelaksanaan Pilgub 2020, dan  alhamdulillah kita sudah punya website yang selalu terbuka memberikan informasi dan menerima semua masukan semua pihak terkait pemilu,” paparnya. (*)

Reporter : Sofyan Ali Mustofa

Editor : Hariadi