Politik

KPU KTT Minta APK Dipasang Sesuai Aturan

Alat Peraga kampanye (APK) berupa spanduk dan baliho yang tibsa di KPU Kabupaten Tana Tidung, Senin (17/12/2018), diserahlan ke parpol. (Foto: Hanifa/Koran Kaltara)
TANA TIDUNG, Koran Kaltara- Kedatangan Alat Peraga kampanye (APK) berupa spanduk dan baliho di KPU Kabupaten Tana Tidung (KTT), Senin (17/12) lalu tiba dan langsung diserahkan ke masing-masing partai politik (parpol) sesuai peruntukkannya. Sebanyak 16 spanduk diberikan ke masing-masing parpol dan untuk kebutuhan pemilihan presiden (pilpres) sebanyak 10 unit baliho kemudian DPD RI daerah pemilihan…

TANA TIDUNG, Koran Kaltara– Kedatangan Alat Peraga kampanye (APK) berupa spanduk dan baliho di KPU Kabupaten Tana Tidung (KTT), Senin (17/12) lalu tiba dan langsung diserahkan ke masing-masing partai politik (parpol) sesuai peruntukkannya.

Sebanyak 16 spanduk diberikan ke masing-masing parpol dan untuk kebutuhan pemilihan presiden (pilpres) sebanyak 10 unit baliho kemudian DPD RI daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Utara (Kaltara) 16 spanduk sedangkan baliho tidak ada.

Ketua KPU KTT, Muchtar Bukoting mengimbau masing-masing parpol menempatkan APK saat berkampanye pada tempat atau titik-titik yang telah ditentukan sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) sehingga tidak terjadi rancu pemasangan seperti pada pemilu sebelumnya.

Diakuinya untuk Pemilu 2019 serentak ini sangat menyita waktu dan perhatian mengingat semakin banyak, ketatnya aturan yang harus ditaati oleh setiap peserta pemilu dan sebagai penyelenggara pemilu juga wajib melakukan pantauan serta pengawasan bekerjasama dengan Pihak Bawaslu dan Kepolisian tentunya.

“Berdasarkan aturan PKPU, jumlah dan batasan ukuran telah ditentukan secara mendetail sehingga tidak ada alasan lagi bagi parpol untuk tidak mengikutinya apalagi sebelum masuk masa kampanye, pihak kami telah mengundang dan memberitahukan secara langsung apa yang harus dan tidak boleh dilakukan oleh peserta pemilu,” ujarnya, Rabu (19/12/2018).

Ia menilai meski terkesan sedikit ribet dari pemilu 2014 lalu akan tetapi semua aturan benar-benar menertibkan setiap proses penyelenggaraan pemilu, ini jauh lebih baik sehingga semuanya berjalan maksimal dan tidak ada kerancuan. Seperti contohnya bentuk dan ukuran standar APK baik berupa baliho, spanduk maupun plakat-plakat yang telah diatur membuat semua peserta pemilu tidak ada yang merasa paling di atas dan di bawah.

Diketahui karena bentuk dan ukuran yang tidak diatur membuat peserta pemilu sebelumnya akan membuat sesuai budget (anggaran) yang dimiliki masing-masing.

“Kita berharap proses penyelenggaraan pemilu semuanya berjalan baik dan maksimal di KTT ini dengan rasa aman, nyaman dan damai, kita bersama-sama sukseskan pemilu serentak Tahun 2019 mendatang tepatnya pada 17 April 2019,” ajaknya. (*)

Reporter: Hanifa

Editor: Kaharudin

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 20 Desember 2018