Politik

KPU Belum Berani Umumkan Pemenang Kursi DPRD

Rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pemilu 2019 tingkat kota Tarakan di Tarakan Plaza. (Foto: Istimewa)
  • Minta Masyarakat Sabar Menunggu Hasil Resmi

TARAKAN, Koran Kaltara – Meskipun rapat pleno penetapan hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 telah selesai digelar, Minggu (5/5/2019), namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan belum berani mengumumkan nama-nama calon legislatif (caleg) yang bakal duduk di parlemen.

Menurut pihak KPU, penetapan nama harus menunggu keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

“Alhamdulillah kemarin kita sudah melakukan pleno rekapitulasi tingkat kota dari Sabtu sampai Minggu, rekapitulasi tingkat kota merekap hasil untuk presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPD, DPRD provinsi dan Kabupaten/Kota. Khusus untuk DPRD Kota Tarakan kita langsung melakukan penetapan hasil perolehan suara,” terang Ketua KPU Tarakan, Nasaruddin, Senin (6/5/2019).

Meskipun demikian, lanjut Nasaruddin, pihaknya belum menetapkan berapa kursi yang diperoleh oleh partai politik dan siapa nama calon terpilih untuk menjadi anggota DPRD, karena masih ada 2 tahapan lanjutan.

Menurutnya, penetapan ini menjadi dasar ketika misalnya ada peserta yang akan melakukan gugatan kepada MK. “Tapi itu setelah dilakukan (penetapan) secara nasional yang akan dilakukan oleh KPU RI,” lanjutnya.

Nasaruddin menyatakan, pleno rekapitulasi suara Pilpres berlangsung lancar tanpa interupsi.

“Untuk pemilihan presiden dan wakil presiden berjalan lancar. Hasil rekapan tidak ada satupun sanggahan dari saksi, baik pasangan calon nomor urut 01 maupun 02. Semuanya menerima hasil dan semua bertanda tangan,” ungkapnya.

Untuk perolehan suara Pilpres di Tarakan, paslon 01 Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 71.343 suara sedangkan paslon 02 Prabowo-Sandi mendapatkan 49.805 suara. Sedangkan jumlah suara tidak sah sebanyak 1.747 dan suara sah 121.148. Jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya sebanyak 122.895.

Mekanismenya KPU Tarakan hanya menetapkan perolehan suara, dan akan dilakukan rekapitulasi di tingkat nasional yang paling lambat dilakukan pada 22 Mei mendatang. Sedangkan jadwal untuk penetapan nama-nama dan jumlah kursi legislatif tingkat kota Tarakan belum bisa diketahui.

“Itu belum bisa dipastikan, kita masih menunggu tahapannya, sedangkan untuk nama-nama caleg yang diprediksi bakal duduk di parlemen yang banyak beredar di masyarakat. Menurut kami itu bagian dari dinamika di masyarakat dan itu prediksi masyarakat dan itu wajar karena C1 terbuka secara umum, dan proses rekap kota juga dilakukan secara umum (terbuka) dan siapapun boleh melihatnya,” paparnya.

Karena belum ada keputusan resmi mengenai nama-nama calon legislatif yang bakal menjadi wakil rakyat, Nasaruddin mengimbau kepada masyarakat untuk menunggu hasil resmi supaya tidak ada rumor yang beredar.

“Prediksi itu bukan keputusan kami, karena kami ada jadwal sendiri tetapi belum tahu kapan jadwalnya, kalau di tahapan menunggu keputusan dari MK paling tidak sebelum Agustus 2019 sudah ada kejelasan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Sofyan Ali Mustofa

Editor : Hariadi