Ekonomi Bisnis

Kota Tarakan Deflasi 0,64 Persen

Foto: Ilustrasi/Internet
  • Nomor Empat Terendah di Indonesia

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kota Tarakan sebagai barometer inflasi Kalimantan Utara catat deflasi 0,64 persen di Bulan Juli 2019. Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, Eko Marsoro.

Dijelaskan Eko, deflasi yang terjadi dipengaruhi  kelompok pengeluaran bahan makanan dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan yang masing-masing deflasi 2,03 persen dan 2,32 persen.

“Beberapa komoditi bahan makanan tercatat alami penurunan harga. Semisal ayam hidup, daging ayam potong, ati ampela ayam dan daging sapi yang turun rata-rata 3 sampai 5 persen. Beberapa jenis ikan dan sayuran juga turun. Seperti contoh tomat sayur turunnya sampai 31 persen,” kata Eko saat Pers Rilis BPS Kaltara, Kamis (1/8/2019).

“Transportasi juga alami deflasi karena adanya penurunan rata-rata harga tiket pesawat hingga 7,6 persen. Ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah turut memiliki pengaruh terhadap capaian deflasi di Kaltara,” lanjut Eko.

Di sisi lain, Eko menyampaikan, kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi dan olahraga alami inflasi tertinggi pada Juli 2019 di angka 3,89 persen. Kemudian disusul dengan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yang catat inflasi 0,10 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bangunan dengan inflasi 0,04 persen, kelompok sadang dan kelompok kesehatan yang masing-masing catat inflasi 0,17 persen dan 0,46 persen.

“Pada kelompok pengeluaran lainnya memang masih alami inflasi. Terbesar ada di pendidikan karena sedang masuk tahun ajaran baru. Fenomena ini sama dengan yang terjadi di tingkat nasional.  Rata-rata biaya masuk sekolah alami kenaikan, terutama yang di sekolah swasta. Baik tingkat dasar dan juga menengah,” ulasnya.

Adapun dibandingkan dengan kota lain di Indonesia, Eko menyampaikan, Tarakan catat capaian inflasi terendah ke empat. Kemudian di regional Kalimantan, menjadi terendah yang pertama. “Kota Tarakan dibanding 82 kota lainnya menjadi nomor empat paling rendah. Di Kalimantan sendiri, capaian Tarakan menjadi yang terendah di urutan pertama,” tutup Eko.(*)

Reporter : Agung Riyanto

Editor : Rifat Munisa