Headline

Kontainer Banyak Kosong Kembali ke Jawa

Aktivitas bongkar muat kontainer di lapangan peti kemas, Pelabuhan Malundung. (Foto : Dokumen/Koran Kaltara)
  • Sembako dan Bahan Bangunan Terbanyak ke Tarakan

TARAKAN, Koran Kaltara – Sektor perikanan menjadi komoditi terbanyak asal Tarakan yang dikirim ke Surabaya, menggunakan kontainer. Diantaranya udang dan ikan, kemudian rumput laut dan plywood terbanyak kedua.

Sedangkan komoditi yang datang ke Tarakan, kata Manajer Operasional PT. Pelindo IV, Sudir Simanjorang untuk kebutuhan sembako dan bahan bangunan maupun peralatan kendaraan bermotor. Biasanya, untuk sekali bongkar muat bisa mencapai 100 kontainer untuk sekali angkut di kapal.

“Tapi, kalau dari Jawa, misalnya 100 boks, balik ke Jawa tidak sampai 100 boks. Hanya berkisar di bawah 50 persen,” ujarnya.

Hal inilah yang mengakibatkan kebutuhan bahan pokok di Tarakan lebih mahal dari wilayah lainnya di Indonesia. Karena, biaya balik tidak didapatkan dari barang yang keluar. Kebanyakan kontainer dihitung dua kali karena kembali dalam keadaan kosong.

Di wilayah timur Indonesia, disebutnya, memang rata-rata tidak ada barang yang dibawa kembali. Terlebih lagi, komoditas yang menjanjikan hanya dari sektor perikanan. Sedangkan produk lain masih belum menarik investor untuk diajak kerja sama.

“Lumayan, kita di Kaltara ini masih ada kayu yang pasti akan dikirim keluar. Kalau di tempat lain, tidak ada. Jadi, kalau agak mahal di sini, ya itu tadi. Karena, dari pelayaran itu sudah diperhitungkan untuk kembali. Makanya jadi dihitung dua,” tuturnya.

Ia pun mengungkapkan, kenaikan harga hanya berkisar 5 persen dan bahkan turut menjadi salah satu penyebab inflasi. Perhatian dari pemerintah untuk bisa melihat langsung proses barang yang datang dan keluar, termasuk proses bongkar muat, kata dia memang harus ada. Termasuk, ongkos bongkar muat yang juga dikatakan turut mempengaruhi inflasi.

“Kalau dulu, boleh besi tua menjanjikan. Sekarang paling cuma satu kontainer, itu juga kita tidak tahu dari mana,” tandasnya.

Rata-rata tujuan kontainer ini ke Surabaya. Kalau ada kontainer yang dibawa ke Jakarta, biasanya diangkut menggunakan kereta api. “Satu kapal yang mengangkut kontainer, berkisar 300 kontainer. Ada sekitar 6 kapal yang datang ke Tarakan dengan tiga perusahaan kapal. Dari enam kapal ini ada juga yang hanya 100 kontainer per kapal. Ada juga  kapal Meratus, sekali bongkar bisa sampai 600 kontainer,” tuturnya.

Biasanya, kapal datang dari Surabaya 300 kontainer berisi penuh dan kembali juga 300 kontainer, namun tidak semua kontainer ada isinya, ada juga yang satu kontainer tidak berisi penuh. Bahkan, rata-rata kontainer berisi kosong saat kembali ke Surabaya.

Kapasitas lapangan kontainer milik Pelindo IV, sekitar 114 m3 atau 2 hektare lebih. Kapasitas bisa ribuan kontainer. Kemudian untuk bongkar muat, untuk normal tanpa ada kendala cuaca bisa sampai 3 hari satu kali kapal, dengan 15 box hingga 20 box per jam. “Kita kerja 24 jam. Jadi, pekerjanya yang bekerja sesuai shift. Dibagi waktunya, agar kegiatan bongkar muat bisa berjalan siang malam,” tandasnya. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Nurul Lamunsari