Ekonomi Bisnis

Kinerja Ekonomi Kaltara Alami Perlambatan

Kegiatan bimbel menjadi salah satu penopang tingginya pertumbuhan jasa pendidikan di triwulan III 2019. (Foto : Agung Riyanto/Koran Kaltara)
  • Tumbuh 6,53 Persen di Triwulan III 2019

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kinerja pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara triwulan III 2019 secara year on year sebesar 6,53 persen, alami perlambatan ketika dibandingkan triwulan II 2019 sebesar 7,87 persen.

Dari data yang Koran Kaltara dapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, pertumbuhan ekonomi di triwulan III menjadi yang terendah di tahun 2019. Mengingat pada triwulan I sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Kaltara juga masih di angka 7 persen.

Terkait fenomena ekonomi di triwulan III 2019, setidaknya BPS Kaltara mencatat bahwa 6 dari 17 kegiatan lapangan usaha alami kontraksi negatif. Yakni kegiatan pertambangan dan penggalian dari sebelumnya 6,15 persen menjadi 4,07 persen, kegiatan konstruksi dari 19,30 persen menjadi 12,15 persen, kegiatan perdagangan dari 9,06 persen menjadi 8,95 persen, kegiatan industri pengolahan dari 6,68 persen menjadi 4,71 persen, kegiatan jasa kesehatan dan kegiatan sosial dari 9,62 persen menjadi 8,55 persen dan kegiatan jasa perusahaan dari 2,46 persen menjadi 2,29 persen.

Kepala BPS Kaltara, Eko Marsoro melalui Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, Trino Junaidi menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Kaltara triwulan III 2019 secara year on year, merosot ke peringkat dua di bawah Kalimantan Timur yang catatkan angka pertumbuhan 6,89 persen.

“Untuk triwulan III 2019, pertumbuhan ekonomi Kaltara secara spasial, atau dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan, berada di peringkat dua setelah Kaltim,” kata Trino mengacu data pers Rilis BPS Kaltara, Rabu (5/11/2019).

Adapun untuk kontribusi Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), Kaltara tercatat alami penurunan tipis sebesar 0,06 persen. Atau dari 7,39 persen menjadi 7,33 persen. “Kalau berbicara kontribusi PDRB Kaltara dalam membentuk struktur perekonomian Kalimantan, Kaltara masih di peringkat terakhir,” ujar Trino.

Sebelumnya, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltara sudah memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Kaltara akan alami perlambatan di triwulan III 2019. Namun, angka taksiran BI masih berada di atas capaian Kaltara sesuai data BPS Kaltara, yakni pada level 7,29 hingga 7,69 persen.

Secara umum, perlambaran ekonomi Kaltara dinilai karena pengaruh penurunan kinerja pada lapangan usaha utama pertambangan dan perdagangan yang menyebabkan turunnya kinerja ekspor luar negeri dan konsumsi Rumah Tangga (RT).

Lebih detail, produksi batu bara diperkirakan masih mengalami stagnasi seiring dengan rendahnya permintaan impor batu bara dari negara India sebagai negara mitra dagang utama pertambangan Kaltara. Di samping itu, tren pelemahan harga batu bara yang masih terjadi diperkirakan akan menahan tingginya ekspor luar negeri sampai akhir tahun 2019.Selain daripada itu, lapangan usaha perdagangan diperkirakan tumbuh melambat paska momen HBKN Ramadhan dan Lebaran 2019.

Di sisi lain, kegiatan lapangan usaha konstruksi dan industri olahan diprediksi akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Kaltara dalam kondisi tersebut. Kuatnya kinerja lapangan usaha konstruksi mengingat telah masuknya pembangunan proyek multiyears di wilayah Kaltara pada triwulan III 2019. Sehingga diharapkan mampu menjadi penyeimbang tren penurunan dari lapangan usaha utama daerah.(*)

Reporter : Agung Riyanto

Editor : Rifat Munisa