Hukum Kriminal

Kenal Sehari, Langsung Check In di Hotel

Foto: Ilustrasi/Internet
  • Korban Masih Duduk di Bangku SMA

TARAKAN, Koran Kaltara – Baru kenal melalui telepon kurang dari sebulan, gadis berusia 17 tahun berinisial AS ini nekat mau diajak menginap (check in) di sebuah Losmen di Tarakan 29 Oktober lalu.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Kasat Reskrim AKP Guntar Arif Setiyoko menuturkan, korban dan pelaku berinisial ADK (22) mengaku sudah resmi pacaran melalui perkenalan singkat.

“Ketemuan pertama di hari Minggu (27/11/2019) terus jadian, pulang ke rumah masing-masing,” kata Kasat Reskrim, Kamis (7/11/2019).

Keduanya kemudian janjian lagi untuk bertemu, keesokan harinya. Pelaku mengajak korban jalan-jalan, hingga pukul 21.00 Wita pelaku mengajak korban menginap di Losmen yang ada di Jalan Yos Sudarso. Selama menginap di Losmen ini, pelaku langsung bergerak cepat, menyetubuhi korban hingga empat kali.

Korban yang masih duduk di kelas 1 SMA ini, mengaku pasrah dan bersedia disetubuhi pelaku, dengan janji akan dinikahi. Pelaku sendiri masih merupakan karyawan di salah satu toko yang ada di Tarakan.

“Karena tidak pulang, keluarga korban mencari dan menanyakan ke teman-temannya. Dari pengakuan teman korban, menyebutkan kalau korban sedang pacaran sama ADK ini,” bebernya.

Korban pulang ke rumahnya, langsung dicerca pertanyaan pihak keluarga. Korban pun mengakui sudah berhubungan badan dengan EDK di Losmen. Keluarga yang mendengar pengakuan korban langsung berang, berdasarkan keterangan korban, pelaku dicari di rumahnya, di sekitar Jalan P. Antasari, Kelurahan Pamusian.

Sampai di rumah pelaku, ternyata yang dicari tidak ada. Keluarga EDK lantas ikut mencari dimana keberadaannya. Setelah berhasil ditemukan, pelaku kemudian diinterogasi dan langsung mengakui sudah menyetubuhi korban.

Akhirnya oleh pihak keluarga, pelaku dibawa ke Polres Tarakan untuk diminta mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Dari keterangan pelaku sih, baru pertama kali ini berhubungan badan dengan korban, karena baru kenal,” tandasnya.

Pelaku dikenakan pasal 81 ayat (2) junto pasal 76 (d) Undang undang RI No. 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang undang RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. Ancamannya, minimal 5 tahun penjara,” tegasnya. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Hariadi