Bulungan

Kenaikan Retribusi Pasar Harus Berbanding Lurus dengan Pelayanan

Pedagang di Pasar Induk memanfaatkan badan jalan. (Foto : martinus/ Koran Klatara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara- Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Dinas Perhubungan Telah memberlakukan kenaikan tarif retribusi per 1 Januari tahun 2020. Kenaikan ini menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat, khususnya bagi para pengunjung Pasar Induk Tanjung Selor, terutama warga yang kelas ekonominya menengah ke bawah. Alhasil, mereka harus mengorek isi kantong demi membayar retribusi.

Dalam sehari, banyak pengunjung pasar yang masuk bukan hanya satu kali. Seperti yang dikemukakan oleh Wahyu, salah satu pengunjung Pasar Induk saat diwawancarai Koran Kaltara, Senin, (13/1/2020).

“Ini saja saya masuk bayar dua ribu. Bagi saya pastinya merasa keberatan dengan kenaikan retribusi ini”, keluh wahyu.

Dari pantauan Koran Kaltara, memang tidak sedikit jumlah para pengunjung Pasar Induk tiap harinya. Sementara dari hasil wawancara bersama pedagang, Aminah turut mengomentari kenaikan retribusi.

Menurutnya, penerapan retribusi masuk pasar tidak perlu dipersoalkan. Hanya saja, dia berharap harus diimbangi dengan pembenahan infrastruktur pasar.

Aminah mencontohkan, lahan parkir kendaraan roda dua maupun roda empat yang tidak tertata rapi. Terlebih saat hari ramai, baik Sabtu maupun Minggu.

“ Bukan cuma parkir, kebersihan pasar juga harus diperhatikan. Terus, para prnjual ini harus di tata agar kelihatan rapi tidak semrawut,” kata Aminah.

“Ini saja masih adanya pedagang yang belum terakomodir sehingga memilih berjualan di pinggir jalan(jalan masuk Pasar Induk ). Kalau hujan, barang jualan ini kewalahan kami amankan dan terkena hujan. Belum lagi kalau lewat mobil besar, pasti kena cipratan kotoran,” ujarnya.

Dirinya berharap, pemerintah, khususnya dinas terkait untuk memperhatikan kondisi para pedagang yang belum terakomodir. Salah satunya dengan penyediaan tempat berjualan agar tidak terkesan terlantar. (*)

Reporter : Martinus
Editor : Nurul Lamunsari