Kaltara

Kemasan Bagus, Daya Saing Produk UKM Meningkat

Foto: Ilustrasi/Internet

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disprindagkop) Kaltara, Hartono mengklaim bahwa pihaknya sudah sering menggelar pelatihan kemasan untuk pelaku usaha kecil menengah (UKM) dan pelaku usaha industri rumahan.

Tujuannya tentu saja untuk meningkatkan daya tarik produk yang dihasilkan sehingga mampu bersaing dengan produk daerah lain, apalagi di daerah perbatasan.

“Kita sering berikan para pelaku UKM dan pelaku industri rumahan pelatihan. Bukan hanya pelatihan, tetapi cara desain kemasan juga kita berikan supaya kemasan pada produk kita itu bisa menarik minat pelanggan,” ungkapnya, Selasa (13/8/2019).

Menurutnya, para pelaku UKM wajib mengatahui cara membedakan kemasan berdasarkan fungsi jenis dan bahannya, juga mengetahui standar kemasan yang sesuai dengan produk yang dibuat.

Selain itu, para pelaku UKM juga harus tahu tata cara dan peraturan labeling untuk produk, yang meliputi informasi yang tercantum dalam kemasan, mengetahui persyaratan dan ketentuan tentang lebel.

Fungsi utama dari adanya kemasan produk adalah, untuk melindungi produk dari goresan atau cacat produk yang membuat produk menjadi rusak.

Selain itu juga kemasan produk tidak hanya difungsikan pada saat proses pendistribusian barang dari pabrik ke beberapa distributor, tapi kemasan produk juga bisa melindungi produk ketika berada di toko-toko retail.

“Umumnya banyak perusahaan melakukan sebuah riset terlebih dahulu tentang skema warna, desain, maupun jenis pada sebuah kemasan produk yang akan dipasarkannya. Hal ini dilakukan agar tingkat pemasaran produknya jauh lebih luas lagi,” pada Koran Kaltara.

Sebuah kemasan produk juga berperan penting dalam memberikan informasi produk seperti, manfaat, kegunaan, tagline, maupun cara pembuatan. Semuanya bisa dicantumkan pada desain kemasan agar konsumen tahu tentang manfaat dari produk tersebut.

Yang terpenting, kata Hartono,  jangan menyampaikan semua informasi, hingga membuat desain menjadi penuh dan malah membuat konsumen menjadi jenuh. (*)

Reporter : Ike Julianti

Editor : Hariadi