Hukum Kriminal

Kejari Selamatkan Uang Negara Rp60 Juta

Kejari Bulungan berhasil mengembalikan khas negara sebesar Rp60 juta dari sejumlah barang bukti yang dimusnahkan. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Selain barang bukti perkara narkoba yang dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan, Rabu (9/10/2019), sejumlah barang bukti perkara lain juga turut dimusnahkan. Di antaranya perkara senjata tajam (sajam), senjata api (senpi), serta perkara perjudian yang sudah diputus oleh Pengadilan Negeri Tanjung Selor.

Kepala Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Bulungan, Sony Budi Prasetyo mengatakan, apabila barang bukti berupa uang dijumlahkan, pihaknya berhasil menyelamatkan uang sebesar Rp60 juta dan telah disetorkan ke kas Negara.

“Uang yang paling banyak itu kita dapatkan dari perkara narkotika. Tapi ada juga dari kasus-kasus lain seperti kasus perjudian,” katanya kepada Koran Kaltara.

Lanjut dia, barang bukti yang dimusnahkan kali ini, merupakan tindak pidana yang diselesaikan oleh tindak pidana umum. Untuk kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) sendiri, barang bukti biasanya langsung diserahkan kepada negara apabila putusan hukumnya sudah inkrah atau telah diputuskan di pengadilan.

“Barang buktinya, semua kasus pidana umum. Jumlah uang yang kita selamatkan itu, sebanyak Rp60 juta. Baik dari kasus sabu, perjudian dan kasus lainnya. Kalau kasus Tipikor, itu biasanya langsung diserahkan ke negara, kalau perkaranya sudah diputuskan,” jelas Sony.

Lebih jauh dijelaskan, jumlah perkara yang dilakukan pemusnahan bersama dengan jajaran stakeholder terkait sebanyak 26 perkara. Pemusnahan barang bukti perkara senpi sendiri, dilakukan dengan cara di potong-potong menggunakan mesin gerinda. Begitupun dengan barang bukti sajam juga dilakukan pemusnahan dengan cara dipotong.

Sedangkan untuk 15 selongsong peluru penabur diserahterimakan kepada Brimob, Polda Kaltara untuk selanjutnya dimusnahkan di markas Brimob.

Salah satu sajam yang dimusnahkan itu, ternyata merupakan barang bukti atas perkara pembunuhan di Desa Kelubir, Tanjung Palas Utara dengan terdakwa Supringgo.

“Kalau itu sudah dipotong, langsung kita buang ke sungai. Supaya tidak ada lagi yang bisa menggunakannya,” pungkasnya. (*)

Reporter : Ramlan

Editor : Hariadi