Headline

Kebijakan Baru Pelabuhan Tengkayu I Mulai Berlaku

Penumpang speedboat di pelabuhan Tengkayu I naik ke bis untuk diantar ke dermaga karena kendaraan pribadi tidak lagi diperkenankan masuk kedalam dermaga. (Foto: Sofyan Ali Mustofa)
  • Kendaraan Pribadi Tidak Masuk Dermaga; Barang Bawaan Maksimal 10 Kg

TARAKAN, Koran Kaltara – Salah satu upaya meningkatkan kenyamanan dan keamanan di pelabuhan Tengkayu I, pihak pengelola memberlakukan kebijakan baru. Kendaraan pribadi tidak lagi bisa melakukan antar-jemput sampai ke dermaga. Namun penumpang yang akan ke speedboat maupun yang tiba akan diantar menggunakan bis ber-AC.

Larangan ini juga merujuk pada aturan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dimana dari beberapa kecelakaan speedboat yang terjadi di Kalimantan Utara ini akibat kelebihan muatan barang. Oleh karena itu, secara sistematis pihak pengelola melakukan perubahan sambil mengevaluasi.

Sebelum menetapkan kebijakan ini, sudah dilakukan sosialisasi kepada agen dan pihak terkait yang ada di Pelabuhan Tengkayu I. Selain itu, jumlah bawaan penumpang speedboat juga tidak boleh melebihi 10 kilogram per penumpang.

“Kalau ada penumpang yang membawa barang banyak lebih dari 10 kilogram, kita serahkan kepada agen pengangkutannya sampai ke dermaga. Kita tidak mau tahu bagaimana caranya melakukan pengantaran sampai ke depan. Yang jelas agen sudah kita berikan penjelasan dan sosialisasi,” tegas Koordinator Pelabuhan Tengkayu I, Djerman, Selasa (13/8/2019).

Speedboat yang ada di Pelabuhan Tengkayu I merupakan angkutan penumpang bukan untuk angkutan barang, sehingga tidak bisa memuat melebihi batas yang sudah ditentukan. Masing-masing penumpang atau satu tiket diberi batasan membawa barang hanya 10 kilogram.

“Pembawa barang harus mengikuti aturan, hanya 10 kilogram. Kalau lebih, tidak akan ada fasilitas. Kita juga telah berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan, yang selama ini menerbitkan Surat Ijin Berlayar (SIB). Jadi kalau kelebihan barang, tidak akan bisa berlayar,” tegasnya.

Untuk memudahkan para penumpang speedboat ke dermaga maupun sebaliknya, pengelola mengoperasikan 3 unit bis dengan kapasitas sekali angkut maksimal 35 orang. “Untuk sore hari hanya mengambil penumpang yang datang. Dengan adanya bis ini, kendaran pribadi tidak bisa masuk kecuali ambulans, SAR, maupun kondisi darurat lainnya. Untuk kendaraan yang akan mengambil barang di kapal maupun mengantar ke kapal, masih diperbolehkan, karena ada retribusi disetiap aktivitas bongkar muat yang masuk ke PAD,” bebernya.

Dalam sehari tidak kurang 40 speedboat dari berbagai jurusan melakukan aktivitas di Pelabuhan Tengkayu I. Jumlah penumpang rata-rata dalam sehari antara 2.700-3.000 orang. Untuk kepadatan penumpang biasanya terjadi pada pukul 10.00-12.00 Wita dan pukul 14.00-16.00 Wita.

Kebijakan ini tentu saja mendapatkan pro dan kontra. Apalagi bis yang digunakan ber-AC sehingga sangat nyaman dikendarai. Selain itu, tidak ada kemacetan di dermaga yang sangat menganggu lalulintas orang maupun kendaraan.

“Setuju, dan terlihat lebih rapi. Kalau sebelum diberlakukan seperti ini, kadang itu macet. Baru tahu kalau hari ini sudah ada perubahan. Saya akan ke Tanjung Selor. Sering aja ke sini, makanya kaget tadi saat ada kebijakan baru ini,” kata salah satu penumpang speedboat, Marlina.

Sementara itu, bagi pengguna jasa angkutan yang sering mengirim barang menggunakan speedboat merasa resah. Pasalnya, aturan belum jelas mengenai kebijakan baru bagi pengusaha jasa antar barang, “Jadi gimana kalau kita antar barang, apakah harus dikasihkan ke buruh, bayar lagi atau gimana. Kita ini untungnya sudah sedikit, dibuat ribet lagi. Jangan lah seperti ini. Kami juga butuh kenyamanan,” kata Ahmad. (*)

Reporter : Sofyan Ali Mustofa

Editor : Nurul Lamunsari