Hukum Kriminal

Kasus Koperasi Idec Dilimpahkan ke Kejaksaan

Foto: Ilustrasi/Internet
  • Tersangka Lain Tunggu Fakta Persidangan

TARAKAN, Koran Kaltara – Penyidik akhirnya menyerahkan berkas perkara dan tersangka kasus dugaan penggelapan dalam jabatan, di internal Koperasi PT Idec Wood ke Kejaksaan. Dalam penyerahan ini, masih satu tersangka berinisial EM.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan menuturkan untuk kasus yang dilaporkan karyawan PT Idec Wood ini, sudah diserahkan untuk tahap 2 ke Kejaksaan dan siap untuk disidangkan.

“Untuk pengembangan adanya tersangka lain, atau berkembang ke perkara lain, kita masih menunggu petunjuk dari Jaksa atau fakta di persidangan. Tapi, penyidik juga sudah bersiap untuk menambah tersangka yang lain,” ujarnya, dikonfirmasi, Jumat (3/5/2019).

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Choirul Jusuf menambahkan, tahap 2 dilakukan Kamis (2/5/2019) sore. Turut diserahkan ke Kejaksaan, rekapan-rekapan kwitansi transaksi di dalam koperasi.

Setelah tahap 2 ini, Kasat Reskrim mengaku masih menunggu perkembangan selanjutnya, karena berdasarkan hasil audit beberapa waktu lalu, ada 11 orang di dalam internal koperasi yang diduga terlibat.

“Baru satu yang sudah kita tetapkan tersangka. Sedangkan 10 pelaku lainnya akan kita koordinasikan lagi dengan Kejaksaan dan dengan pelapor sendiri, tim penyelesai PT Idec Wood,” katanya.

Ia menuturkan, koordinasi ini perlu dilakukan karena berkaitan dengan teknis penyidikan selanjutnya. Ke depannya, kemungkinan masih perlu perbaikan, terutama untuk audit yang akan menjadi jalan untuk penuntutan maupun persidangan.

“Jadi, harus jelas fakta-faktanya bagaimana, ahli audit dari investigasi keuangan itu menentukan kerugian. Berapa nominalnya harus bisa dipertanggungjawabkan, ini yang jadi kendala terberat ke depannya. Makanya kita harus pastikan semuanya dengan jelas,” ungkapnya.

Diakuinya, nominal yang disebutkan tidak sedikit untuk kerugiannya. Auditor harus jelas merinci darimana saja kerugian yang disebutkan dalam hasil audit. “Darimana ahli bisa menyatakan kerugiannya sesuai nominal yang disebutkan itu, harus bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Teknisnya, sambung perwira berpangkat balok tiga ini nanti akan diatur, apakah menggunakan laporan polisi baru atau laporan polisi lama dengan surat perintah penyidikan yang baru.

“Tapi, itu nanti teknis penyidikan,” tandasnya.

Sebelum kasus ini diserahkan ke Kejaksaan, Kasat Reskrim mengaku sudah memeriksa banyak saksi, lebih dari 100 orang saksi dari karyawan PT Idec Wood. Namun, dipersempit lagi hanya mengambil keterangan saksi yang lebih mengetahui kasus ini, menjadi beberapa orang saksi di internal koperasi.

“Kami nilai sudah cukup dan layak untuk menentukan bahwa perbuatan EM itu ada. Dari pihak kami sebelumnya ditahan, tapi karena masa tahanan habis 60 hari, terpaksa kami keluarkan demi hukum. Sekarang sudah wewenang Kejaksaan melakukan penahanan, rencananya akan dipindahkan ke Lapas Tarakan,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus salah satu perusahaan plywood terbesar di Tarakan dan Kaltara ini berawal dari dugaan korupsi di koperasi yang dikelola oleh Ambo, dengan dana dari potongan gaji para karyawan. Ada beberapa unit di antaranya konsinyasi, pertokoan dan simpan pinjam.

Penyelidikan polisi kemudian mengerucut ke penggelapan dalam jabatan di unit pertokoan, dengan tersangka EM dan dijerat dengan pasal 374 KUHP tentang penggelapan. Aksi EM ini diketahui setelah tim audit PT Idec menemukan ada selisih barang dan laporan dari yang sudah dilaporkan EM. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Hariadi