Tarakan

Kapolres: Anggota Polri Jangan Hedon

Kapolres Tarakan, AKBP Fillol Praja Arthadira
  • Istri dan Anggota Polri Dilarang Pamer Kekayaan

TARAKAN, Koran Kaltara Kapolri Idham Azis mengintruksikan seluruh jajaran Polri, tidak memamerkan kekayaan dan tidak bersikap hedonisme atau gaya hidup konsumtif dan memamerkan ke media sosial. Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira sudah memberikan penegasan kepada anggotanya, personel Polri dan ibu bhayangkari.

“Jangan berpenampilan hedonis. Hiduplah dengan sederhana, tidak usah pamer harta lah,” ujarnya, ditemui Senin (2/12/2019).

Meski, kata dia ada juga anggota Polri yang memiliki usaha sendiri dan tidak hanya bergantung dari gaji dari negara. Ia memahami, ada beberapa anggota yang mengembangkan diri di luar kepolisian. Apresiasi juga diberikan, namun walaupun memiliki usaha dan berkecukupan, diminta jangan menunjukkan kemewahan.

Terutama di media sosial (medsos), Kapolres menilai jika ada anggota yang pamer di medsos akan dipanggil dan ditanyakan tujuan pamer. Ia mengaku akan mengingatkan kembali, agar bisa hidup sederhana.

“Hargai organisasi kita. Kan intruksi Kapolri memerintahkan anggotanya untuk tidak hidup hedonisme. Kalau mampu, ya silahkan. Diluar, jangan menggunakan atribut, tetapi sebagai pribadi. Kalau sebagai personel Polri, tidak boleh. Ya, yang wajar saja lah,” katanya.

Ia bahkan menuding, hedonisme ini bisa membuat Polri menjadi sorotan orang, menjadi peluang kejahatan yang lain. Dikhawatirkan ada oknum masyarakat yang berniat jahat untuk mencuri atau menjambret.

Dikhawatirkan juga menampilkan kemewahan sebagai anggota Polri ini bisa menimbulkan kecurigaan di masyarakat. Secara nalar, masyarakat akan berpendapat dengan gaji Polri yang kecil menimbulkan pertanyaan.

Sebenarnya bagi anggota Polri yang memamerkan hartanya tidak ada sanksi khusus. Diakuinya, personel hanya dipanggil dan dimintai keterangan.

“Sifatnya hanya teguran. Kalau sanksi belum ada yang mengatur. Karena, kan untuk mengatur hukuman untuk personel Polri itu kan hanya yang sifatnya melanggar hukum saja,” tegasnya. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Rifat Munisa