Headline

Kaltara Terus Perkuat Sektor Pertanian

Pemprov Kaltara terus mendorong sektor pertanian. (Foto: Rizqy/Koran Kaltara)
  • Ekspor Komoditas hingga Pemanfaatan Pangan Lokal

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Potensi pertanian di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) cukup tinggi, terlebih dengan didukung lahan yang luas. Pengembangan sektor pertanian terus ditingkatkan, dengan komoditas yang cukup beragam.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara Andi Santiaji Pananrangi mengatakan, setiap daerah di provinsi termuda di Indonesia ini memiliki komoditas yang bisa diandalkan. Oleh sebab itu, sebagai provinsi yang juga terletak di wilayah perbatasan, selalu memperkuat sektor pertanian sebagai pendorong meningkatnya roda perekonomian.

Ditegaskan Kadis, langkah awal dalam mengembangkan pertanian adalah dengan memperkuat ekspor komoditas yang ada. Dimulai dengan perawatan lahan secara berkala, termasuk memperkuat kelembagaan di tingkat petani.

“Hal ini merupakan langkah dalam menjaga kualitas hasil pertanian yang diproduksi sehingga pada saat ekspor kualitasnya benar-benar terjaga. Memasuki tahun 2020, hal itu terus digenjot, karena memang potensi kita bisa dikembangkan,” katanya, Jumat (14/2/2020).

Dalam memperkuat rangkaian ekspor pertanian, dimulai dari sertifikasi untuk menjaga kualitas ekspor tersebut. Dengan demikian, kualitas produk yang dikirim ke pasar internasional, khususnya aspek kesehatan bisa terjamin.

“Misalnya salah satu potensi andalan Kaltara adalah pisang. Saat ini, potensi ini harus dikembangkan. Memang pendistribusian masih berbelit. Namun ini lah yang kita akan cari solusi terbaiknya. Begitu juga dengan komoditas lainnya,” jelas Andi Santiaji.

Ke depan, pihaknya juga akan melakukan kajian lebih mendalam dengan pihak terkait. Termasuk Badan Karantina Kelas II Tarakan pada pertemuan di Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo).

“Dengan begitu, jika ada komoditas yang punya peluang, kita akan bahas semua dalam diskusi itu. Kendala yang dihadapi, akan disampaikan hingga mendapatkan solusi. Contohnya masalah moda transportasinya seperti apa,” ujarnya.

Lebih jauh, selain penguatan ekspor, pemanfaatan pangan lokal di Kaltara juga perlu didorong. Artinya, dengan tingkat konsumsi pangan lokal yang meningkat, sekaligus mendukung pemasaran produk pertanian di Kaltara.

“Kalau di pemerintahan kita sudah dorong itu dilakukan. Pemanfaatan pangan lokal juga kita minta bisa dimaksimalkan di semua bidang usaha. Misalnya perhotelan dan usaha lain, agar pangan lokal yang dikonsumsi,” tambahnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid

Editor: Nurul Lamunsari