Headline

Kaltara Serap 231 Proyek Investasi selama Tiga Tahun

Tampak Kantor DPMPTSP Kaltara di Gedung Gabungan Dinas, Tanjung Selor. (Foto : Agung/Koran Kaltara)
  • KIPI, PLTA dan KBM Pengaruhi Minat Penanaman Modal

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Utara mencatat, terdapat 231 proyek dari Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk ke kabupaten dan kota sepanjang tiga tahun terakhir. Jumlah itu didapat dari tahun 2017 sampai 2019.

Kepala DPMPTSP Kaltara, Risdianto menyampaikan, berdasarkan data yang ada, diketahui jumlah proyek PMA di tahun 2017 sebanyak 100 proyek, di tahun 2018 sebanyak 90 proyek dan di triwulan III tahun 2019 sebanyak 41 proyek.

“Kalau melihat data dari BKPM RI, kuantitas proyek investasi kita dari PMA sedikit lebih banyak dibanding PMDN. Tapi bedanya sedikit saja. Karena di PMDN ini ada 229 proyek,” kata Risdianto saat dikonfirmasi Koran Kaltara, Jumat (24/1/2020).

Berdasarkan klasifikasi per sektor, diketahui proyek PMA paling banyak berada di sektor sekunder. Kegiatan ekonomi ini berkaitan dengan industri pengolahan. Salah satu yang dominan masih dalam usaha pengolahan kelapa sawit. Di samping itu, juga ada di bidang pengolahan sumber daya perikanan dan kelautan.

“Jadi untuk investasi PMA di sektor sekunder ini mencapai Rp1,66 triliun dalam tiga tahun terakhir. Terbagi di tahun 2017 sebesar Rp568,02 miliar, di tahun 2018 sebesar Rp288,02 miliar dan di tahun 2019 ini atau sampai di triwulan III sebesar Rp804,05 miliar,” ujar Risdianto.

Memasuki awal tahun 2020, dia berharap agar realisasi investasi dari PMA bisa lebih menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Secara teknis, instansinya dipastikan memberikan layanan maksimal kepada calon investor.

“Pelayanan publik bagi calon investor yang secara teknis ada di kami ini akan terus kami sempurnakan. Dengan begitu, investor bisa memiliki kepercayaan untuk menanamkan modalnya di Kaltara,” kata Risdianto.

Sebelumnya, dalam laman resmi Pemprov Kaltara, Gubernur Irianto Lambrie mengatakan, akselerasi realisasi di tahun 2019 tidak terlepas dari realisasi beberapa proyek besar yang mulai berjalan. Semisal Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI), Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan.

“Hal tersebut yang ada dalam 11 program prioritas pembangunan kita, dapat memberikan multiplier effect yang sangat kuat dalam menarik investor untuk masuk ke Kaltara. Baik investor yang berasal dari dalam negeri dan juga luar negeri,” kata Irianto.

Mengacu pada indikator tersebut, dan kondisi asumsi makro ekonomi Kaltara yang mampu terjaga, Irianto optimis bahwa realisasi investasi bisa semakin menggeliat di tahun 2020. Dengan begitu, upaya percepatan pembangunan daerah berikut di dalamnya terkait kesejahteraan sosial masyarakat, dapat cepat juga terealisasi lebih maksimal.

“Kalau melihat asumsi makro ekonomi kita, pertumbuhan ekonomi Kaltara tetap stabil di angka 6 sampai 7 persen, inflasi juga secara perlahan mampu kita kendalikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pun sudah dalam kategori tinggi. Dari capaian-capaian tersebut, investor juga akan semakin percaya untuk masuk ke Kaltara,” tutup Irianto.(*)

Reporter : Agung Riyanto

Editor : Nurul Lamunsari