Kaltara

Kaltara Butuh Pusat Rehabilitasi Narkoba

NARKOBA - Akibat narkoba, tak sedikit masyarakat  Kaltara yang harus menjalani rehabilitasi karena kecanduan. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara Brigjend Pol Herry Dahana, melalui Plt Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Hidayat Patalolo mengungkapkan, Provinsi Kaltara sangat membutuhkan pusat rehabilitasi bagi para pengguna narkoba. Hal ini untuk memberikan rehabilitasi yang maksimal bagi pecandu, demi memutus peredaran barang haram mematikan ini.

“BNN di Provinsi Kaltara, ada dua program rehabilitasi yang kita lakukan. Ada rawat jalan ada juga rawat inap. Biasanya kalau yang rawat jalan itu, pecandu yang tingkat kecanduannya masih rendah dibandingkan dengan pecandu yang rawat inap. Tapi kalau kita rawat inap pun juga, masih tidak efektif. Karena pemeriksaanya tidak seintens jika ada panti rehabilitasi,” katanya saat dihubungi Koran Kaltara, Rabu (25/3/2020).

Selama ini, lanjut dia, bagi korban yang tingkat kecanduannya cukup tinggi, terpaksa harus direhabilitasi di daerah lain. Namun, langkah itu juga tak bisa dilakukan secara maksimal oleh pihaknya, lantaran anggaran BNNP Kaltara juga terbatas untuk membiaya akomodasi bagi si korban.  Sehingga, lanjut dia, tidak semua korban narkoba di Kaltara ini dilakukan reahbilitasi di tempat yang khusus.

“Seharusnya (pusat rehabilitasi) kita punya. Karena tingkat pemakai (pengkonsumsi narkoba) kita semakin hari semakin tinggi. Jumlah korban terus meningkat, sementara pusat rehabilitasi belum ada, sehingga kita mengirimkan para pecandu narkoba ke panti rehabilitasi yang ada di luar daerah, seperti ke Bogor, Samarinda, dan Makassar. Sedangkan anggaran kita juga cukup minim untuk membiayai transportasi dan lain-lainnya,” ujarnya.

Lanjut dia lagi, peredaran narkoba di Kaltara ini memang harus menjadi perhatian semua pihak. Tidak hanya BNN maupun kepolisian, pemerintah hingga masyarakat juga wajib menjadikan narkoba ini sebagai atensi yang serius. Tahun 2019 lalu, BNN RI mencatat ada sekitar 4.172 orang yang menkonsumsi narkoba. Sedangkan 5.959 orang di Kaltara pernah mengkonsumsi narkoba hingga tahun 2019.

Posisi Kaltara sendiri, ungkap dia, berada di 10 besar nasional untuk persoalan peredaran narkoba. “Kalau mau dibilang penting (pusat rehabilitasi), itu sangat penting. Ada empat ribuan warga kita di Kaltara ini mengkonsumsi narkoba sepanjang tahun 2019. Ini harus jadi perhatian kita,” tutupnya. (*)

Reporter: Ramlan

Editor: Eddy Nugroho