Hukum Kriminal

Kalap Lihat Istri Siri Bersama Pria Lain

IL beserta barang bukti pisau yang digunakan untuk menganiaya istri siri dan pria yang diduga selingkuhan istrinya, Kamis (9/1/2020). (Foto : Sahida/Koran Kaltara)
  • IL Timpas Istri Siri dan Selingkuhan

TARAKAN, Koran Kaltara – Tidak terima istri siri berduaan dengan seorang lelaki, IL pekerja rumput laut ini nekat menyabet istri siri dan pria yang diduga selingkuhan istrinya ini menggunakan pisau. Usai beraksi, IL langsung melarikan diri ke Jalan Binalatung hingga akhirnya berhasil ditangkap pada 3 Januari 2020 lalu.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) AKP Danang Yudanto menuturkan, IL menimpas istri siri dan selingkuhannya pada 11 Desember lalu. IL sendiri yang mendatangi rumah yang ditinggali istrinya ini di Jalan Kesuma Bangsa

“IL datangi rumah pelapor, kakak angkat istri sirinya. Dalam rumah ini ada RS istri siri pelaku sedang berduaan dengan DR. Pelaku gelap mata dan mengambil pisau, didapatnya dari teras rumah di lokasi kejadian ini. Kemudian mendobrak pintu dan melakukan penganiayaan terhadap RS dan DR,” katanya, dikonfirmasi Kamis (9/1/2020).

Akibatnya, korban RS mengalami luka di tangan kanan sebanyak tiga titik, sedangkan DR mengalami luka pada tangan kanan, bawah pundak. Keduanya sempat dalam perawatan di RSUD Tarakan untuk dilakukan beberapa jahitan di bagian lukanya.

IL sempat melarikan diri dan meninggalkan pisau di lokasi kejadian. Polisi yang melakuan pencarian pelaku, mendapatkan informasi bahwa IL sedang di lokasi pertambakan. Namun, akhirnya IL didapati di Jalan Binalatung.

“Dari hasil pemeriksaan dan olah TKP, pelaku melakukan penganiayaan secara spontan dan tidak ada perencanaan. IL dikenakan pasal tentang penganiayaan berat, dengan maksimal hukuman 5 tahun penjara,” tegasnya.

Sementara itu, IL mengaku sudah menikahi RS secara siri sejak 2 tahun lalu dan memiliki anak berusia 2 bulan.

Ia pun kalap saat mendengar informasi istrinya sedang berduaan bersama DR. IL sebenarnya sempat datang sebelumnya, saat hujan. Namun, ia diusir dan datang kembali subuh dinihari.

IL mengaku sebenarnya kerap tidur di rumah kakak angkat istrinya ini, namun biasa ia juga tinggal di rumah orangtuanya, di Jalan Perikanan.

“Saya ketok tidak dibukakan. Saya lihat lampu belakang dan depan sudah mati semua, makanya saya dobrak, laki-lakinya sudah tidak pakai baju. Istri saya memang tinggal di situ. Ada 5 orang di dalam rumah itu, tapi tumben disuruh masuk kamar semuanya malam itu. Saya baru tahu malam itu (istri selingkuh), sepertinya sudah direncanakan,” tandasnya. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Hariadi