Hukum Kriminal

Jadi Bandar Judi Online, Kakek 54 Tahun Diamankan Polisi

Barang bukti serta pelaku (RU) judi online yang diamankan oleh Sat Reskrim Polres Bulungan. (Foto: Istimewa)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Bukannya menikmati masa tuanya dengan hal-hal yang positif, RU malah melakukan aktifitas yang terlarang. Bagaimana tidak, pria berumur 54 tahun itu malah menjadi bandar judi online di wilayahnya. Akibat perbuatannya, pria yang diduga sudah memiliki cucu itu terpaksa harus mendekam di balik jeruji besi rumah tahanan (rutan) Polres Bulungan.

Saat dikonfirmasi Koran Kaltara, Kamis (20/6/2019), Kapolres Bulungan, AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan, AKP Gede Prasetia Adi Sasmita membenarkan adanya pengungkapan aktifitas judi online itu.“Pelakunya, sudah kita tahan. Pelakunya kita amankan di rumahnya sendiri,” katanya.

Ia mengungkapkan, pengungkapan itu berawal dari laporan masyarakat mengenai praktek permainan judi togel online di Jalan Methanol, RT 006, Kecamatan Bunyu, Bulungan. Mendapatkan laporan itu, selanjutnya pada Rabu (19/6/2019) sekitar pukul 08.00 Wita, tim Sat Reskrim Polres Bulungan langsung bergerak cepat dan mendatangi kediaman RU.

Ketika tiba di kediaman RU, polisi langsung mengamankan satu unit Handphone (HP) merk Oppo, uang tunai hasil judi online, serta beberapa barang digunakan dalam penjualan nomor togel dalam judi tersebut.

“Setelah dapat informasi, langsung kita datangi TKP (tempat kejadian perkara). Karena ada informasi kami dapat bahwa pelaku ini ada di rumahnya, maka kita langsung bergerak ke sana. Dan ternyata benar, pelaku ada di rumahnya dan langsung kita amankan. Berikut juga beberapa alat bukti yang lainnya,” jelas Gede.

Akibat perbuatannya, pria paruh baya itu saat ini sudah mendekam di rutan Polres Bulungan dan diancam dengan hukuman 10 tahun penjara. Hal itu sesuai dengan pasal 303 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dari Hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp90 ribu menjadi hukuman penjara selama-lamanya sepuluh tahun. “Atau denda sebanyak-banyaknya Rp25 juta,” tutupnya. (*)

Reporter : Ramlan

Editor : Hariadi