Kaltara

Importir Diminta Tetap Patuhi Kewajiban Lapor

Foto: Ilustrasi/Internet

TANJUNG SELOR, Koran KaltaraKepala Bidang Perdagangan Luar Negeri pada Dinas Perindustrian Perdangan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltara, Budi Harsono Laksono mengatakan, importir harus tetap melaksanakan kewajibannya terkait pelaporan aktivitas kegiatan impor sesuai batas waktu yang telah ditentukan.

Hal ini, lanjutnya, mengingat pengalaman di tahun sebelumnya. Di mana ia menemukan banyak API yang izinnya terpaksa dibekukan. “Semua aturan harus ditaati bersama. Jadi bisa enak semuanya. Baik dari pihak importir dan pemerintah,” kata Budi, Kamis (11/7/2019).

Soal skema perizinan Angka Pengenal Importir (API), Budi menjelaskan, per Agustus 2018, sudah tidak lagi ditangani Disperindagkop Kaltara. Dimana importir yang hendak membuat baru, menyerahkan laporan atau melakukan perpanjangan, tinggal mengurusnya via online melalui halaman resmi Online Single Submission.

Soal tersebut, diharapkan Budi dapat berimplikasi pada tingkat efektivitas dan efisiensi waktu bagi pihak importir. Dimana importir tidak perlu lagi datang dari meja satu ke meja lainnya untuk memenuhi persyaratan yang ditentukan. “Semenjak Agustus lalu, kamu tidak lagi menangani API. Sudah langsung online dari pusat melalui OSS,” ujar Budi.

Selain mendapatkan API, importir nantinya juga bisa mendapatkan dokumen Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Akses Kepabeanan. “Tidak hanya API saja. Saat importir mendaftar, otomatis mendapat Nomor Induk Berusaha (NIB) yang bisa digunakan untuk mengurus TDP dan Akses Kepabeanan,” ujar Budi.

Dari kacamata perdagangan luar negeri sendiri, Budi menilai, adanya OSS bisa meningkatkan kinerja dunia usaha yang menggunakan bahan baku impor untuk tujuan ekspor di tahun 2019. Menurutnya, ini berlaku bagi seluruh pelaku usaha di seluruh sektor. Baik sektor perikanan, pertanian, perkebunan dan juga sektor industri olahan.

“Justru dengan ini ada peluang lebih besar. Ini yang namanya deregulasi atau penyederhanaan prosedur dengan tujuan memudahkan kegiatan berusaha para pelaku bisnis,” tutup Budi.(*)

Reporter : Agung Riyanto

Editor : Eddy Nugroho