Headline

IDI Minta Masyarakat Tidak Cemas Berlebihan

Foto: Ilustrasi/ Internet

TARAKAN, Koran Kaltara – Mahasiswa asal Kaltara yang menempuh pendidikan di Wuhan, China sudah kembali ke tanah air sejak awal Februari lalu. Setelah dilakukan observasi selama 14 hari di Natuna, mereka dipulangkan ke Kaltara, Minggu (16/2/2020).

Meski Indonesia sudah memberikan klaim masih bebas dari virus corona, namun kekhawatiran masyarakat semakin tinggi saat mahasiswa Indonesia pulang ke tanah air. Bahkan, sejumlah wisatawan asal China yang ada di Indonesia, ditambah lagi WNI yang pulang dari China juga sempat membuat masyarakat curiga jika virus ini akan masuk ke Indonesia.

Sepulangnya 19 mahasiswa Kaltara ini dari negeri Tirai Bambu, diharapkan Ketua Ikatan Indonesia (IDI) Kaltara, Franky Siontoro bisa diterima di masyarakat. Ia pun memastikan, semua mahasiswa sudah melewati rangkaian tes dan dipastikan terbebas dari virus corona.

“Setelah sampai di tanah air, anak-anak (mahasiswa) kita ini sudah menjalani proses observasi selama dua minggu di Natuna. Berarti setelah selesai masa observasi, artinya anak-anak ini terbebas dari virus corona,” kata Franky saat dikonfirmasi, Minggu (16/2/2020).

Untuk diketahui, virus corona yang pertama kali menyebar di Wuhan ini diberi nama Covid-19 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Franky menjelaskan, Covid-19 ini merupakan virus yang memiliki masa inkubasi selama 2 minggu. Selanjutnya, apabila pasien diduga virus corona lewat dari masa tersebut, dinyatakan bebas dari Covid-19.

Sebenarnya Covid-19 yang mewabah di Tiongkok ini, tingkat fatalitasnya tidak sehebat dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Meski dalam penyebarannya virus corona ini bisa berpindah dengan cepat, namun untuk angka fatalitasnya rendah, hanya berkisar hanya 2,4 persen. “Artinya tingkat kematian bila orang terkena Covid-19 masih rendah. Bisa sembuh setelah melewati masa inkubasi dua minggu itu,” beber Franky.

Ia pun mengungkapkan, agar bisa hidup, virus ini memerlukan inang hidup seperti hewan ataupun manusia. Apabila tidak ada inang, maka virus akan mati dengan sendirinya, termasuk Covid-19.

“Intinya, dengan selesainya observasi yang dilakukan selama dua minggu di Natuna, kita bisa memastikan para mahasiswa ini sudah terbebas dari Covid-19. Jadi, mereka bisa menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasanya, termasuk berbaur dengan masyarakat,” jelasnya.

Selanjutnya, setelah melewati masa observasi, para mahasiswa sudah dinyatakan aman dan tidak perlu melakukan karantina lagi. Ia berharap masyarakat bisa menerima 19 mahasiswa ini di mana pun lingkungannya, tanpa ada rasa ketakutan lagi terkait Covid-19.

“Karena masa inkubasi dari virus ini juga sudah lewat dari dua minggu. Jadi, masyarakat jangan panik, apalagi sampai overprotectif. Kita pastikan aman dan tidak ada hal lagi yang perlu ditakutkan,” tandasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Nurul Lamunsari