Hukum Kriminal

Ibu Kerja di Nunukan, Bapak Aniaya Anak Tiri

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan saat mengunjungi dua korban penganiayaan bapak tirinya, Kamis (5/9/2019). (Foto : Istimewa)
  • Disiram Air Panas dan Dipukul hingga Lebam

TARAKAN, Koran Kaltara – Ditinggal ibu kandung kerja di Nunukan, CY (7) dan AAB (5) malah dianiaya oleh bapak tirinya di Tarakan. CY mengalami luka bakar di bagian pahanya sebelah kanan dan adiknya, AAB ditemukan beberapa luka lebam di bagian tubuhnya, diduga bekas pukulan di bagian tangan dan punggung.

CY dan AAB, yang beralamat di Jalan Agathis, RT. 5 Kelurahan Karang Harapan ini, selama ibunya bekerja di Nunukan, tinggal bersama nenek dan bapak tirinya. Namun, diduga penganiayaan dilakukan bapak tirinya di Jalan Aki Balak depan Bandara Juwata, Rabu (4/9/2019).

Kapolres menolak memberikan informasi terkait bapak tiri korban, karena masih dalam pencarian anggotanya. “Kejadiannya dilaporkan tadi siang (kemarin. Red). Kami langsung mendatangi rumah korban dan melakukan visum terhadap dua korban ini,” kata Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan.

Menurut keterangan nenek korban, ia hanya mengetahui bapak tiri CY dan AAB keluar rumah. Kemudian, datang dan membawa CY dan AAB keluar rumah. Beberapa waktu kemudian, neneknya baru tahu kalau kedua cucunya sudah dianiaya.

Kedua korban sudah mendapatkan perawatan medis di RSUD Tarakan. Kapolres juga mengaku sudah meminta visum keseluruhan.

“Kita minta visum untuk dugaan KDRT lainnya dan pelecehan seksual. Pelaku, bapak tiri korban ini masih lari dan bersembunyi. Kita instruksikan seluruh jajaran untuk melakukan pencarian dan penangkapan,” tandasnya.

Alasan bapak tiri korban ini tega menganiaya, Kapolres mengatakan masih dalam proses pengembangan penyelidikan. Kedua korban masih dalam kondisi shock dan masih butuh pendampingan, untuk bisa menyampaikan perilaku bapak tirinya.

Saat dimintai keterangan, nenek korban mengaku tidak mengetahui apakah kedua cucunya sering menjadi korban penganiayaan bapak tirinya. Diduga, apakah korban yang takut bercerita pada neneknya, atau nenek korban juga takut dengan pelaku sehingga tidak bisa memberikan informasi terkait tindakan pelaku.

“Korban belum bisa memberikan keterangan, tadi kita bawa Polwan dan Unit Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres untuk bisa lebih dekat menanyakan kepada mereka. Anaknya masih shock, kalau keterangan neneknya tidak tahu, mungkin anak ini takut melapor,” jelasnya.

Hingga Kamis malam, kedua korban masih dalam perawatan medis di RSUD Tarakan dengan tanggungan biaya dari Kapolres. “Tidak ada BPJS, jadi sementara kita yang tanggung. Sambil kita dekati untuk mau menceritakan kejadian yang sebenarnya. Kalau sekarang masih trauma,” tuturnya. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Hariadi