Hukum Kriminal

HV Dapat “Hadiah” Timah Panas

HV bersama barang bukti 2 unit motor hasil curiannya, yang berhasil diamankan Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Tarakan, Senin (20/5/2019). (Foto : Sahida/Koran Kaltara)
  • Curi Motor, Berusaha Kabur saat Ditindak

TARAKAN, Koran Kaltara – Disuruh menunjukkan motor hasil curiannya, residivis pencurian sepeda motor (curanmor) berinisial H malah nekat hendak melarikan diri. Akhirnya, kaki sebelah kirinya dihadiahi timah panas oleh Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Tarakan, Sabtu (18/5/2019) pekan lalu.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Kasat Reskrim AKP Ganda Swastika menuturkan, kasus ini terbongkar berkat informasi keberadaan beberapa motor tanpa plat nomor yang disimpan HV di dalam rumahnya.

“Kami menduga HV ini menguasai sepeda motor hasil tindak pidana pencurian. Sehingga, kami melakukan penyelidikan dan penindakan dengan mendatangi rumah HV di kawasan Juata Harapan, sekira pukul 01.00 Wita,” kata Kasat Reskrim.

Saat petugas masuk ke rumahnya, HV sempat mengelak melakukan pencurian. HV mengaku hanya menerima titipan dari rekannya, saat proses pengembangan akhirnya HV mengaku perbuatannya. Modusnya, HV keliling mencari kendaraan yang diparkir di pinggir jalan atau di pekarangan rumah, dalam kondisi tidak dikunci stang.

“Kalau tidak dikunci stang, motor didorong ke tempat yang agak sepi kemudian membongkar kunci dan menyalakan elektrikal dari motor. Pelaku ini single player, memanfaatkan kelengahan warga yang memarkir kendaraannya tidak dengan kondisi aman,” tandasnya.

Di dalam rumah HV ini, polisi mendapati barang bukti 2 unit sepeda motor yang kata HV dicurinya di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP), di Kelurahan Karang Balik dan Kelurahan Karang Anyar. Unit Jatanras kemudian mengembangkan kemungkinan HV melakukan pencurian motor di tempat lain.

“Saat dilakukan pengembangan, untuk menunjukkan lokasi kendaraan yang lain, HV berusaha melarikan diri. Sehingga, petugas melakukan tindakan terukur dengan melakukan tembakan di kaki yang bersangkutan,” tegasnya.

HV sendiri pernah melakukan curanmor di tahun 2015 di Tarakan. Motor hasil curiannya dijual utuh.

Selain dua motor ini, ada lagi satu motor yang sudah digadai HV ke orang lain dengan harga Rp1,5 juta. Pihaknya pun sudah memanggil orang yang menerima gadaian HV ini, untuk dimintai keterangan.

“Orang tersebut mengaku hanya menerima gadaian saja dan bukan membeli. Ia juga mengaku tidak tahu kalau motor yang digadai HV ini hasil curian, dan baru menyerahkan uang DP Rp1 juta ke HV,” ungkapnya. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Hariadi